INGATLAH – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mempercepat penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan berintensitas tinggi sejak awal pekan.
Langkah utama yang dilakukan adalah memulihkan akses transportasi agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian segera kembali normal.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak pada Rabu (5/8) kemaren.
Peninjauan dilakukan melalui program Putar Roda (Jemput Aspirasi untuk Mendorong Pembangunan Daerah) dengan menggunakan sepeda motor agar dapat menjangkau titik-titik yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi enam lokasi terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu lokasi dengan kerusakan paling parah berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan.
Di kawasan itu, badan jalan ambles sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga memutus akses transportasi warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati John Kenedy Azis langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membuka jalur darurat melalui trase baru agar mobilitas masyarakat dapat kembali berlangsung.
Sementara itu, pembangunan jalan permanen akan menjadi salah satu prioritas infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk ruas jalan di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur.
Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan lingkar hingga perbaikan selesai dilakukan.
Selain membuka akses transportasi, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak serta memperkuat koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses penanganan bencana berjalan lebih cepat dan terpadu.
“Bencana ini harus ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, diiringi percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi,” ujar John Kenedy Azis.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp6,5 miliar.





