INGATLAH.COM – Upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus digencarkan.
Dinas Kesehatan setempat menginstruksikan seluruh UPT Puskesmas untuk melaksanakan Gerakan Larvasidasi Massal secara serentak pada pekan keempat hingga kelima Juli 2026.
Program ini menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit tular vektor, dengan fokus utama pada pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti.
Metode yang dilakukan meliputi penaburan larvasida di tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta dikombinasikan dengan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemeriksaan jentik berkala, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Salah satu pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kecamatan Pulau Merbau, Kamis (23/7/2026), yang dipusatkan di Gedung Hambali Centre, Desa Semukut.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat setempat.
Kepala UPT Puskesmas Pulau Merbau, dr. Puji Tri Handayani, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan matang sebelum kegiatan dilaksanakan.
Koordinasi lintas sektor diperkuat, termasuk distribusi logistik pencegahan hingga ke tingkat desa.
“Bidan desa telah dibekali bubuk Abate untuk dibagikan kepada masyarakat. Ini sebagai langkah awal mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
“Partisipasi warga sangat menentukan. Jika lingkungan bersih dan bebas jentik, maka potensi penularan DBD bisa ditekan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pihak Puskesmas.
Ia menilai gerakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD yang bisa menyerang semua kalangan.
“Puskesmas sudah menyediakan larvasida dan edukasi. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada kepedulian masyarakat. Gerakan ini harus dilakukan bersama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hermansyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, RT/RW, hingga kader kesehatan untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong.
Warga diimbau rutin menerapkan PSN 3M Plus serta memanfaatkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menekan angka kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang sehat serta bebas dari ancaman penyakit tersebut.





