HukrimPadangSumbar

Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Jurang Sitinjau Lauik Padang

×

Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Jurang Sitinjau Lauik Padang

Sebarkan artikel ini
Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Sitinjau Lauik, Mobil Jatuh ke Jurang 80 Meter
Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Sitinjau Lauik, Mobil Jatuh ke Jurang 80 Meter

INGATLAH.COM – Kecelakaan maut yang terjadi di Panorama Sitinjau Lauik, Kota Padang, Jumat (3/7/2026) dini hari, menyisakan duka sekaligus menjadi perhatian serius terkait keselamatan berkendara di jalur ekstrem tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah mobil diduga kehilangan kendali saat melintasi jalur berliku di kawasan Sitinjau Lauik.

Kondisi jalan yang gelap serta minim penerangan diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.

Mobil tersebut kemudian terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter.

Laporan kejadian segera diteruskan kepada tim SAR gabungan yang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Setibanya di lokasi, tim menghadapi tantangan berat. Medan yang terjal serta kondisi malam hari membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan teknik khusus dan penuh kehati-hatian.

Baca Juga  Tak Terima Diintervensi, Roy Suryo Naik Pitam di Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi

Komandan Tim Basarnas Padang, Tri Desyu, menjelaskan bahwa tim harus menuruni jurang menggunakan peralatan khusus untuk mencapai titik keberadaan korban.

“Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi medan yang curam dan gelap. Namun akhirnya korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.

Setelah melalui proses pencarian yang intensif, korban ditemukan di dasar jurang dalam kondisi tidak bernyawa.

Tim kemudian melakukan evakuasi dengan mengangkat korban secara perlahan ke atas.

Pada pukul 00.44 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi sepenuhnya dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang.

Baca Juga  Aksi Jambret Siang Bolong di Bangkinang Berakhir di Tangan Polisi, 1 Pelaku DPO

Operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur ini pun resmi ditutup setelah seluruh proses selesai dilakukan.

Kejadian ini kembali menegaskan bahwa jalur Sitinjau Lauik merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di Sumatera Barat.

Faktor seperti tikungan tajam, kemiringan ekstrem, serta kondisi jalan yang menantang menjadi risiko yang harus diantisipasi oleh setiap pengendara.

Pihak berwenang mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melintas di jalur tersebut.

Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga kesadaran bersama untuk menghindari terjadinya tragedi serupa di masa mendatang.