INGATLAH.COM – Identitas korban kecelakaan mobil yang terjun ke jurang di kawasan Panorama Sitinjau Lauik akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Muhammad Fajri (31), seorang warga Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpanginya jatuh ke jurang sedalam sekitar 80 meter.
Proses evakuasi berhasil dilakukan pada Jumat (3/7/2026) pukul 00.44 WIB.
Setelah berhasil diangkat dari dasar jurang, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang untuk penanganan lebih lanjut.
Komandan Tim Basarnas Padang, Tri Desyu, menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan identitas korban berdasarkan data yang diperoleh di lokasi serta hasil koordinasi dengan pihak terkait.
“Korban atas nama Muhammad Fajri, warga Lubuk Kilangan. Setelah evakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Kepergian korban meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan kerabat yang menunggu kabar sejak insiden terjadi.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti tujuan perjalanan korban sebelum kecelakaan terjadi.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingginya risiko berkendara di jalur Sitinjau Lauik, yang dikenal memiliki kontur jalan ekstrem.
Banyak pengendara yang harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama di malam hari.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan berkendara, termasuk memastikan kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, serta kewaspadaan terhadap kondisi jalan.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama di jalan raya, terlebih pada jalur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Sitinjau Lauik.
Sebelumnya, INGATLAH.com memberotakan, kecelakaan tragis terjadi di kawasan ekstrem Panorama Sitinjau Lauik, Kota Padang, Jumat (3/7/2026) dini hari.
Sebuah mobil dilaporkan terjun ke dalam jurang sedalam sekitar 80 meter, memicu operasi penyelamatan dramatis oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa ini langsung mendapat respons cepat dari berbagai unsur, termasuk Basarnas Padang, Polresta Padang, BPBD Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah, mengingat medan yang curam, gelap, serta minim pencahayaan.





