INGATLAH.COM – Kisah perjalanan mualaf menjemput hidayah islam kali ini datang dari seorang perempuan bernama Ronala M. Siahaan (33).
Perjalanan spiritual wanita yang akrab disapa Ronala itu menuju Islam ternyata tak sesederhana yang dibayangkan.
Pasalnya, ia mengaku harus menunggu hampir sembilan tahun demi mendapatkan restu orang tua sebelum akhirnya resmi mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur, Jumat (19/6/2026).
Di hadapan jamaah, Ronala menceritakan bagaimana ketertarikannya pada Islam yang bermula dari pengalaman sederhana yaitu mencoba berpuasa.
Saat itu, ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya yaiu ketenangan batin yang mendalam.
“Saya merasakan ada kedamaian yang sulit dijelaskan saat pertama kali ikut berpuasa,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Pengalaman itu ternyata menjadi titik awal pencarian panjangnya.
Rasa penasaran membuat Ronala mulai mempelajari Islam melalui buku, internet, dan diskusi dengan beberapa teman Muslim.
Semakin banyak ia belajar, semakin kuat keyakinannya bahwa Islam adalah jalan hidup yang ingin ia pilih.
Keinginan untuk masuk Islam sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2017. Namun, niat itu belum bisa diwujudkan karena orang tuanya belum memberikan izin.
“Saya waktu itu ingin masuk Islam, tapi orang tua belum setuju. Saya tidak mau melangkah tanpa restu mereka,” katanya.
Selama bertahun-tahun, Ronala terus berusaha memberikan pemahaman kepada keluarganya.
Ia menjelaskan bahwa pilihannya bukan karena paksaan siapa pun, melainkan hasil pencarian keyakinan pribadi.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2026, orang tua Ronala akhirnya luluh dan memberikan restu.
Momen itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Ronala mengucapkan syahadat di hadapan jamaah Masjid Raya An Nur Riau di Pekanbaru.
Usai prosesi, ia mengaku lega karena penantian panjangnya akhirnya berakhir.
“Ini perjalanan yang panjang. Saya bersyukur akhirnya bisa menjalani keyakinan yang saya pilih dengan restu orang tua,” ungkapnya.
Kini, Ronala memulai babak baru kehidupannya sebagai seorang Muslim, dengan tekad kuat untuk terus belajar dan istiqamah.





