Berita

IJTI dan Kemnaker Kolaborasi Perkuat Kompetensi Jurnalis di Era Digital

×

IJTI dan Kemnaker Kolaborasi Perkuat Kompetensi Jurnalis di Era Digital

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Prof. Yassierli di Jakarta.

Audiensi ini menghasilkan kesepakatan kolaboratif untuk memperkuat ekosistem pers nasional dalam menghadapi tantangan disrupsi digital yang masif.

Fokus utama kerja sama antara IJTI dan Kemnaker ini adalah peningkatan keahlian (upskilling) serta penyegaran kompetensi (reskilling) bagi para jurnalis, terutama dalam penguasaan berbagai platform digital.

Langkah ini menjadi solusi nyata di tengah ketidakpastian yang melanda industri media saat ini.

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh mendampingi transformasi tenaga kerja di sektor media.

Menurutnya, kesiapan kompetensi adalah kunci utama dalam menghadapi perubahan teknologi yang tidak terelakkan.

Baca Juga  Begini Kronologi Mobil Grand Max Terjun ke Jurang di Kelok 9, Tujuh Penumpang Luka-Luka

“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” ujar Prof. Yassierli dalam audiensi tersebut.

Secara khusus, Menaker yang juga Guru Besar ITB ini memberikan perhatian bagi jurnalis yang terdampak pemutusan hubungan kerja (layoff).

Kemnaker telah menyiapkan program pelatihan berbasis digital untuk mencetak tenaga kerja yang lebih mandiri.

“Bagi teman-teman jurnalis yang terkena layoff, kami siapkan pelatihan intensif berbasis platform digital. Tujuannya bukan hanya agar mereka bisa kembali bekerja, tetapi agar mereka memiliki kapasitas baru untuk menjadi mediapreneur yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Menaker Yassierli.

Baca Juga  Grand Launching BOM Run 2026 Resmi Dilepas, Targetkan Hingga 10 Ribu Peserta

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyambut baik komitmen pemerintah tersebut. Ia menyatakan bahwa program ini bertujuan agar jurnalis tidak hanya mengandalkan pola kerja konvensional, melainkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

“Targetnya adalah peningkatan kapasitas. Kami ingin rekan-rekan jurnalis bisa menjadi pribadi yang mandiri di era digital. Dengan bekal kompetensi baru ini, jurnalis tidak hanya bertahan, tetapi mampu menciptakan peluangnya sendiri,” kata Herik Kurniawan.

Sinergi antara IJTI dan Kemnaker diharapkan mampu melahirkan jurnalis Indonesia yang tidak hanya memegang teguh etika jurnalistik, tetapi juga mahir memanfaatkan teknologi digital demi keberlangsungan karier di masa depan. (*)