INGATLAH — Satu unit mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi BM 8359 FX terjun ke jurang di kawasan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Kecelakaan lalu lintas tunggal ini diduga terjadi akibat kendaraan hilang kendali di jalan licin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut ditumpangi rombongan keluarga yang sedang mengikuti iring-iringan ambulans pembawa jenazah orang tua mereka dari Pekanbaru menuju Sicincin, Kota Payakumbuh.
Akibat kejadian tersebut, tujuh orang penumpang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
Anggota Pos SAR Limapuluh Kota, Roni Nur, menyampaikan bahwa proses evakuasi telah selesai dilakukan.
Dari total tujuh korban, lima orang dirawat di RSUD Adnan WD Payakumbuh, sementara dua lainnya dirawat di Puskesmas Tanjung Pati.
“Evakuasi cukup sulit karena lokasi berada di bawah jembatan dengan kondisi jurang yang dalam,” ujar Roni.
Berikut data korban luka dalam kecelakaan tersebut sebagai berikut:
- Ahmat Syahroni (27) mengalami cedera kepala dan dada, patah tulang punggung, serta patah kaki kiri.
- Fairel (10) mengalami luka-luka.
- Albino (8) mengalami cedera kaki.
- Mutiara Amanda (21) mengalami luka pada kaki dan tangan.
- Septia Rahayu (24) mengalami luka pada kaki dan tangan.
- Rendi Admi (28) mengalami luka-luka.
- Yuli Mayang Sari (32) mengalami patah paha kiri dan patah tangan kiri.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lima Puluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, mengatakan kecelakaan terjadi di KM 22, tepatnya di bawah jembatan Kelok 9, saat kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.
“Diduga kendaraan tidak stabil akibat jalan licin sehingga masuk ke jurang. Sebagian besar korban mengalami patah tulang,” kata Zarwiko.
Saat ini pihak kepolisian bersama BPBD setempat masih melakukan penanganan lanjutan serta mengimbau pengendara agar lebih waspada saat melintasi kawasan Kelok 9, terutama saat kondisi jalan licin.





