INGATLAH – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Dharmasraya ke-22 menjadi ajang refleksi sekaligus pembuktian progres pembangunan daerah.
Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD yang digelar di Ruang Sidang Utama, Rabu (7/1) Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memaparkan berbagai capaian krusial meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sujito serta didampingi Wakil Ketua II Ade Sudarman.
Acara ini dihadiri oleh Asisten I Setprov Sumbar Ahmad Zakri, tokoh pemekaran, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah dari dalam dan luar Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam pidatonya, Bupati Annisa mengakui bahwa sejak menjabat pada Februari 2025, tantangan berat muncul dari sisi ketergantungan dana transfer pusat dan kebijakan efisiensi nasional.
Namun, hal tersebut disiasati melalui advokasi intensif ke tingkat kementerian.
“Peringatan 22 tahun Kabupaten Dharmasraya menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah di tengah dinamika kebijakan nasional dan keterbatasan fiskal,” tegas Annisa.
Strategi tersebut membuahkan hasil nyata pada tahun 2025, di antaranya percepatan infrastruktur pada enam ruas jalan kabupaten sepanjang 24,2 km, ruas jalan provinsi, serta penanganan 57,91 km jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi daerah.
Di sektor sumber daya air, Dharmasraya sukses mengamankan dukungan APBN senilai lebih dari Rp111 miliar untuk pengendalian banjir dan peningkatan jaringan irigasi.
Sementara pada layanan dasar, optimalisasi lima instalasi pengolahan air bersih dan penanganan kawasan kumuh di Pasar Lama Pulau Punjung menjadi prioritas yang kini masuk dalam agenda nasional.
Sektor pendidikan juga mencatatkan prestasi besar dengan penetapan Dharmasraya sebagai penerima Program Sekolah Rakyat senilai Rp200 miliar dari Kemensos.
Program ini diperkuat dengan kebijakan lokal seperti Beasiswa Dharmasraya Juara dan English Bootcamp.
Pada sektor pertanian, melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), lebih dari Rp7,25 miliar dialokasikan untuk bantuan produktif peternakan dan pangan, termasuk program peremajaan sawit rakyat seluas 444 hektare.
Asisten I Ahmad Zakri yang mewakili Pemprov Sumbar menyatakan dukungannya terhadap langkah Dharmasraya.
Ia menekankan pentingnya penyelarasan program daerah dengan kebijakan provinsi maupun nasional, terutama pada sektor infrastruktur dan ketahanan pangan.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sujito, S.M. menutup sidang dengan harapan agar sinergi lintas sektoral terus diperkuat.
“DPRD Kabupaten Dharmasraya siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat serta mendorong kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil nyata,” ujarnya.
Sidang ini juga diisi dengan pemaparan sejarah perjuangan pemekaran oleh tokoh masyarakat Masrigi Dt Rajo Leli sebagai pengingat semangat kolektif lahirnya Kabupaten Dharmasraya dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. (*)





