Berita

Hujan Lebat Guyur Pasbar, Warga Hilang Terseret Arus Sungai

×

Hujan Lebat Guyur Pasbar, Warga Hilang Terseret Arus Sungai

Sebarkan artikel ini
Sungai Batang Pasaman meluap dengan aliran air berwarna coklat pekat usai hujan deras mengguyur Pasaman Barat. (Ist)
Sungai Batang Pasaman meluap dengan aliran air berwarna coklat pekat usai hujan deras mengguyur Pasaman Barat. (Ist)

INGATLAH.COM – Hujan deras yang kembali mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) pada Selasa (9/12) malam memicu meningkatnya debit Sungai Batang Pasaman.

Kondisi tersebut menyebabkan seorang warga Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, bernama Aper (45), terseret arus saat berupaya menyeberangi sungai.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB ketika luapan air sungai tiba-tiba meningkat dan membuat aktivitas penyeberangan menjadi berbahaya.

Aper, yang menggunakan pelampung rakitan dari jerigen, diduga kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbawa kuatnya arus.

Kuria Sakti dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pasbar, Rabu (10/12), membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga  Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Indonesia, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Ia menjelaskan bahwa insiden berlangsung di aliran Sungai Batang Saman, tepat di bawah kawasan Gunung Puti.

Saksi mata, Abu Talib, yang menyeberang bersama korban, mengungkapkan bahwa mereka terpaksa menyeberangi sungai setelah melihat debit air terus meningkat.

“Kami memakai pelampung jerigen. Tapi arus tiba-tiba makin kuat. Saya selamat, namun Aper langsung terseret,” ujarnya.

Warga sekitar segera melakukan pencarian meski kondisi malam dan derasnya arus menyulitkan penyisiran.

Menurut Ahmad Hosen, pemuda setempat, upaya pencarian dilakukan sepanjang malam dan membuahkan hasil awal berupa ditemukannya beberapa barang milik korban.

Baca Juga  Hari Sumpah Pemuda Pasaman Barat, Wabup Ihpan: Dorong Generasi Muda Jadi Kekuatan Kepemimpinan

“Kami menemukan jerigen pelampung, pakaian, dan senter korban sekitar satu kilometer dari titik kejadian,” jelasnya.

Meski keberadaan korban belum ditemukan, warga bersama TRC BPBD Pasbar, Basarnas, serta TNI-Polri melanjutkan pencarian hari ini dengan memperluas area penyisiran ke arah hilir sungai. Harapannya, korban dapat segera ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terkendala cuaca karena hujan terus mengguyur kawasan tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada masa intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu luapan sungai.