Berita

Polda Sumbar Imbau Warga Tunda Perjalanan, Sejumlah Ruas Utama Lumpuh Total

×

Polda Sumbar Imbau Warga Tunda Perjalanan, Sejumlah Ruas Utama Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan yang tidak mendesak.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul terputusnya sejumlah ruas jalan utama provinsi akibat longsor dan banjir yang dipicu hujan deras berkepanjangan sejak tiga hari terakhir.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa kondisi ini telah mengganggu mobilitas di berbagai titik.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak, terutama menuju daerah rawan longsor dan banjir. Cuaca saat ini masih tidak stabil dan berpotensi menimbulkan bencana susulan,” ujar Kombes Reza, Kamis (27/11).

Baca Juga  Polda Sumbar Ungkap 61 Kasus Narkoba dalam Tiga Bulan, 79 Tersangka Diamankan

Daftar Jalur Utama yang Terputus

Intensitas hujan yang tinggi telah menyebabkan beberapa jalur vital di Sumbar lumpuh total.

  • Padang–Bukittinggi: Kedua jalur utama terputus, baik di kawasan Silaiang maupun jalur alternatif via Malalak.

  • Padang–Solok: Terputus akibat longsor di Ripah dan di kawasan Jembatan Timbang Lubuk Selasih.

  • Padang–Pesisir Selatan: Sebagian ruas di kawasan Tarusan terendam banjir, arus kendaraan dihentikan sementara.

  • Bukittinggi–Lubuk Sikaping: Terjadi longsor di Palupuah, membuat akses tidak dapat dilewati.

  • Bukittinggi–Lubuk Basung: Terputus di kawasan legendaris Kelok 44 akibat material longsor menutup badan jalan.

Baca Juga  Mantan Kades di Rohul Diduga Curi Sapi, Mobil Pelaku Dibakar Massa

Kombes Reza menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas. Ia meminta pengendara menghindari area rawan dan tidak memaksakan diri melewati jalur yang sudah ditutup.

Proses pembersihan material sedang dikoordinasikan dengan BPBD dan dinas terkait, namun diperkirakan membutuhkan waktu.

“Keselamatan adalah yang utama. Mohon dukungan dan kerja sama masyarakat dalam mengikuti arahan petugas di lapangan,” tutup Dirlantas, mengingatkan warga untuk memantau informasi resmi dari kepolisian. (*)