Olahraga

Semen Padang FC Kalah 2-1 Persik Kediri, Bertahan di Zona Degradasi

×

Semen Padang FC Kalah 2-1 Persik Kediri, Bertahan di Zona Degradasi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Semen Padang FC (SPFC) harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Brawijaya, Kamis (27/11).

Kekalahan ini membuat tim yang berjuluk Kabau Sirah harus bertahan di zona degradasi.

Pertandingan ini juga menjadi momen perpisahan emosional bagi pelatih Persik, Ong Kim Swee yang memilih meninggalkan klub di tengah musim.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persik Kediri tampil agresif sejak awal. Hasilnya, gol pembuka tercipta pada menit ke-16 melalui sundulan Jose Enrique yang memanfaatkan umpan terukur dari Ezra Walian, membuat skor menjadi 1-0.

Baca Juga  Pekan ke-9 BRI Resmi Berakhir, Ini Rekap Hasil Pertandingannya

Dominasi tuan rumah berlanjut. Pada menit ke-34, giliran Ezra Walian yang menggandakan keunggulan.

Ia sukses menjebol gawang Semen Padang yang dikawal Arthur Augusto, setelah menerima umpan tarik matang dari Jose Enrique. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit jeda.

Semen Padang Bangkit, Gol Samuel Tak Cukup

Memasuki babak kedua, Semen Padang mencoba mengubah nasib. Pasukan Kabau Sirah meningkatkan intensitas serangan dan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan Persik yang kokoh.

Usaha Semen Padang baru membuahkan hasil pada menit ke-77 melalui aksi Samuel Cristianson Simanjuntak.

Baca Juga  AHRT Siap Dominasi Seri Perdana ARRC 2026 di Sirkuit Sepang

Tembakan keras Samuel sempat membentur kaki pemain lawan sebelum akhirnya bersarang ke gawang Persik, mengubah skor menjadi 2-1.

Gol tersebut melecut motivasi SPFC, dan serangan bertubi-tubi pun dilancarkan. Namun, pertahanan Persik yang digalang Lucas Moreira dan Leo Navacchio (PG) terlalu solid.

Tidak ada gol tambahan tercipta hingga laga usai, dan Persik Kediri mengamankan tiga poin penting.

Bagi Semen Padang, kekalahan ini semakin mempersulit langkah mereka untuk keluar dari zona degradasi. (*)