INGATLAH – Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional melalui perairan Riau kembali digagalkan oleh aparat kepolisian.
Tim gabungan Sat Resnarkoba Polres Bengkalis bersama Bea Cukai berhasil menyita 90 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi dalam sebuah operasi dramatis di Pantai Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, pada Rabu (12/2/2025) dini hari.
Dua pria yang diduga sebagai kurir laut, JM (35) dan IF (21), berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Mereka kedapatan membawa narkotika menggunakan speed boat dari Malaysia untuk diselundupkan ke wilayah Indonesia.
Keberhasilan ini berawal dari penyelidikan intensif tim khusus Elang Malaka bersama Bea Cukai Bengkalis selama dua minggu.
Petugas telah mengantisipasi jalur penyelundupan narkotika yang kerap memanfaatkan perairan Pulau Bengkalis sebagai pintu masuk.
Puncaknya terjadi pada Selasa (11/2/2025) malam, saat tim gabungan yang sedang berpatroli mencurigai sebuah speed boat yang melaju dengan kecepatan tinggi di perairan Sepahat.
Saat hendak diperiksa, kapal tersebut justru berusaha melarikan diri, sehingga memicu aksi kejar-kejaran menegangkan di tengah laut.
Setelah berhasil dihentikan, petugas langsung menggeledah speed boat tersebut dan menemukan 90 bungkus sabu dengan berat total 90 kg serta 10 bungkus ekstasi.
“Petugas akhirnya berhasil menghentikan speed boat tersebut dan mengamankan dua pria di dalamnya,” ungkap Diresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Jumat (14/2/2025).
Hasil interogasi awal mengungkap bahwa kedua tersangka diperintah oleh seseorang berinisial A dan J untuk menjemput narkotika langsung dari Malaysia.
Mereka berperan sebagai “becak laut”, istilah bagi kurir narkoba yang bertugas mengantarkan barang haram tersebut melalui jalur perairan.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk siapa dalang utama di balik peredaran narkotika ini,” tambah Kombes Putu.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Bengkalis guna penyelidikan lebih lanjut.
Aparat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut sebagai rute utama penyelundupan ke Indonesia. (*)





