BeritaBukittinggiSumbarTanah DatarUtama

Gunung Marapi Sumbar Belum Stabil, Status Waspada Dipertahankan

×

Gunung Marapi Sumbar Belum Stabil, Status Waspada Dipertahankan

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Marapi [Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra]
Erupsi Gunung Marapi [Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra]

INGATLAH.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertahankan status Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Level II (Waspada).

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi aktivitas gunung api selama periode 16–31 Oktober 2026.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut aktivitas Gunung Marapi masih relatif tinggi dan berfluktuasi.

Meski belum ditemukan indikasi kuat peningkatan suplai maupun tekanan magma baru, sistem gunung api tersebut dinilai belum stabil dan masih berpotensi mengalami erupsi.

Berdasarkan catatan instrumental selama dua pekan, Gunung Marapi mengalami tiga kali gempa letusan, 35 kali gempa hembusan, 20 kali tremor harmonik, 19 kali gempa vulkanik dangkal, dan 34 kali gempa vulkanik dalam.

Baca Juga  Cuaca Hujan Masih Mengancam Sumbar, Warga Diimbau Waspada

Selain itu, tercatat aktivitas gempa tektonik lokal dan jauh serta gempa lainnya.

Badan Geologi memperkirakan potensi bahaya berupa lontaran material pijar dan abu vulkanik, terutama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.

Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu kesehatan dan penerbangan, bergantung pada arah serta kecepatan angin.

Ancaman lain berupa lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi ketika material vulkanik bercampur dengan air hujan, khususnya di lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi. Kawasan kawah dan puncak juga berpotensi mengandung gas vulkanik beracun.

Baca Juga  Di Tengah Duka Sumbar, Wakapolri Tinjau Posko Identifikasi Korban Bencana

Karena itu, masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Badan Geologi turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan hoaks dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta Pos Pengamatan Gunung Marapi.

Status dan rekomendasi tersebut berlaku hingga diterbitkan evaluasi terbaru.

Badan Geologi akan terus memantau aktivitas Marapi dan melakukan evaluasi apabila terjadi perubahan signifikan.