HukrimRiauSiakUtama

Misteri Kematian Lansia di Siak Terungkap, Anak Kandung yang Anggota Polri Diamankan

×

Misteri Kematian Lansia di Siak Terungkap, Anak Kandung yang Anggota Polri Diamankan

Sebarkan artikel ini
Usai Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Terdakwa Korupsi di Pekanbaru Meninggal Dunia
Ilutrasi meninggal.(ist)

INGATLAH.COM – Satu persatu misteri tewasnya lansia bernama Farida Hanum di Kecematan Sungai Apit, Kabupaten Siak mulai terungkap.

Terbaru, polisi mengamankan seorang pria berinisial WP (37) yang merupakan anak kandung korban.

Fakta yang lebih mengejutkan, ternyata WP adalah anggota Polri yang bertugas di Biddokkes Polda Riau.

Informasi yang berhasil ingatlah.com himpun, WP diamankan sekitar pukul 07.30 WIB setelah polisi memperoleh informasi dari seorang sopir travel mengenai keberadaannya di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa pagi.

“Seorang perempuan berinisial FH (64) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di wilayah Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Selasa (27/10/2026) pagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial WP (37), yang diduga merupakan anak kandung korban dan anggota Polri yang bertugas di Biddokkes Polda Riau.

“Dalam penanganan kasus ini, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial WP (37), yang diduga merupakan anak kandung korban dan anggota Polri yang bertugas di Biddokkes Polda Riau,” kata Akmadi

Sebelumnya, korban ditemukan dalam posisi telungkup di atas kasur ruang televisi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban ditemukan dalam posisi telungkup di atas kasur ruang televisi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya dua bilah pisau yang berbercak darah,” jelasnya.

Baca Juga  Tragis, Pekerja Tewas Diduga Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Jenazah korban telah diautopsi, sedangkan barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Jenazah korban telah diautopsi, sementara barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kombes Pol Akmadi menambahkan, terduga pelaku juga dibawa ke Biddokkes untuk menjalani observasi kejiwaan.

Penanganan perkara dilakukan oleh Polres Siak bersama Polsek Sungai Apit.

Peristiwa ini bermula ketika seorang saksi, Afrina Ramayana Daulay, merasa curiga setelah WP keluar dari rumah sekitar pukul 06.30 WIB dan mengatakan bahwa ibunya sedang tidur dengan nyaman.

Setelah itu, WP meninggalkan lokasi dan mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai.

Ia kemudian meminta bantuan warga untuk mengantarkannya ke kawasan Pasar Sungai Apit.

Kecurigaan saksi dan warga mendorong mereka memeriksa kondisi rumah. Karena pintu tidak terkunci, saksi masuk dan menemukan Farida dalam posisi telungkup dan tidak bernyawa di atas kasur ruang televisi.

Ceceran darah juga ditemukan di sekitar tubuh dan pakaian korban yang diketahui merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga  Cegah Karhutla di Pekanbaru, Polsek Payung Sekaki Sebar Maklumat Forkopimda

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Apit sekitar pukul 06.45 WIB.

Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Satreskrim, Pamapta, Sie Propam, dan Polsek Sungai Apit langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, mengatakan penanganan di lokasi dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpinnya secara langsung.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim, Pamapta, Sie Propam dan Polsek Sungai Apit melakukan penanganan dengan pelaksanaan olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim,” ujar AKP Raja Kosmos.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau bergagang hijau yang berbercak darah, satu pisau lipat berbercak darah, sebuah tas ransel hitam, tas tangan merek Aidebam, serta perhiasan berupa gelang dan sepasang anting emas milik korban.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Farida, jenazah korban menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

“Untuk jenazah saat sekarang sedang kami lakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau,” kata AKP Raja Kosmos.

AKP Raja Kosmos menyebut perkembangan penanganan kasus tersebut akan disampaikan lebih lanjut.

“Perkembangan akan kami update dan laporkan,” tutupnya.