INGATLAH.COM – Dari ruang kelas hingga memasuki dunia kerja, generasi muda Riau perlu dibekali pemahaman tentang industri sekaligus kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Hal inilah yang didorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Oil & Gas Career Insight Sharing Session.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (23/9/2026) tersebut diikuti lebih dari 700 peserta.
Mereka berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa, alumni Program Vokasi Migas PHR, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum.
Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Safitri Andani, mengapresiasi langkah PHR dalam membuka akses pengembangan kompetensi bagi generasi muda dan tenaga kerja lokal.
“Kami mengapresiasi inisiatif PHR dalam mengembangkan Program Vokasi Migas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi generasi muda dan tenaga kerja lokal. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri menjadi penting agar kompetensi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Safitri, Senin (5/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, PHR memperkenalkan perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas), sekaligus memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, khususnya di sektor energi.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Safitri Andani, Senior Officer Human Capital Business Partner Pertamina Patra Niaga Hary Kuswanto, serta Rizky Handika, alumni Program Vokasi Migas PHR.
Ketiganya memberikan perspektif mengenai perkembangan industri migas, kebutuhan kompetensi tenaga kerja, hingga pengalaman langsung alumni saat memasuki dunia profesional.
Peserta juga mendapatkan gambaran bahwa peluang berkarier di industri energi tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis.
Kemampuan nonteknis, kemauan untuk terus belajar, serta kesiapan beradaptasi dengan perubahan menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Program Vokasi Migas PHR merupakan bagian dari Community Involvement and Development (CID) yang diarahkan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Program tersebut mencakup identifikasi kebutuhan kompetensi, pelatihan berbasis standar industri, sertifikasi, pembekalan kesiapan kerja, hingga job matching.
Dalam pelaksanaannya, PHR menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya PPSDM Migas Cepu, Pertamina Drilling Center/Indonesia Drilling Training Center, pemerintah daerah, kontraktor, serta industri pendukung lainnya.
Antusiasme peserta juga tercermin dari hasil evaluasi kegiatan. Perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor di atas 90 persen.
Selain peningkatan pemahaman, peserta memberikan sejumlah masukan untuk kegiatan berikutnya, terutama terkait informasi program magang serta penyelenggaraan webinar lanjutan mengenai industri migas dan peluang pengembangan karier.
Melalui pengembangan kompetensi dan perluasan akses informasi, PHR terus mendorong generasi muda Riau mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem sumber daya manusia lokal yang mendukung keberlanjutan industri energi dan ketahanan energi nasional.





