INGATLAH.COM – Wali Kota Padang Fadly Amran meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya kualitas udara di Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan kualitas udara tersebut dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran lahan di sejumlah wilayah sekitar serta kondisi cuaca.
Imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 400.7.11/8/DKK-PDG/2026 tentang Mitigasi Kabut Asap terhadap Kesehatan.
Dalam surat edaran tersebut, Fadly meminta perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, camat, lurah, hingga masyarakat menerapkan langkah pencegahan secara disiplin dan berkelanjutan.
Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Warga juga dianjurkan memilih waktu dengan kondisi udara yang relatif lebih baik untuk beraktivitas di luar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis diminta lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.
Sekolah dan tempat kerja juga diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Pemkot Padang mengimbau penggunaan masker yang dapat menyaring partikel halus PM2.5.
Masker N95, KN95, maupun masker bedah dapat digunakan. Masker harus menutupi hidung dan mulut dengan rapat sehingga tidak terdapat celah.
Masker juga perlu diganti secara berkala, khususnya apabila sudah lembap, kotor, atau rusak.
Selain perlindungan ketika berada di luar rumah, masyarakat diminta menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Warga dianjurkan menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara di luar memburuk. Jendela dapat dibuka kembali saat kondisi udara membaik untuk menjaga sirkulasi udara.
Jika tersedia, warga juga dianjurkan menggunakan air purifier dan membersihkan filternya secara rutin. Masyarakat diminta tidak merokok di dalam rumah serta menghindari pembakaran sampah di sekitar tempat tinggal.
Pemkot Padang juga mengingatkan masyarakat menjaga daya tahan tubuh selama terjadi kabut asap.
Warga dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memperbanyak buah dan sayuran yang mengandung vitamin C dan antioksidan.
Selain itu, masyarakat diminta mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sekitar 7-8 jam setiap hari.
Masyarakat juga diminta mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Beberapa di antaranya yakni batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, mata perih atau berair, iritasi tenggorokan, hingga pusing.
Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin parah, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
Khusus penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung, pemerintah mengingatkan agar selalu membawa obat pribadi, termasuk inhaler, saat bepergian.
Pemeriksaan medis juga tidak boleh ditunda apabila mengalami sesak napas berat atau sesak yang muncul secara tiba-tiba.
Pemkot Padang selanjutnya meminta masyarakat memantau kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Informasi mengenai kualitas udara dapat dipantau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) maupun Air Quality Index (AQI), termasuk melalui kanal informasi resmi BMKG, IQAir, dan sumber informasi lainnya





