INGATLAH.COM – Sebanyak 445 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di empat kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam periode 19-22 Agustus 2026.
Data pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau menunjukkan jumlah kasus mengalami perubahan cukup tajam dari hari ke hari.
Pada 19 Agustus tercatat 211 kasus, kemudian turun menjadi 71 kasus pada 20 Agustus.
Jumlah kasus kembali meningkat pada 21 Agustus menjadi 108 kasus, sebelum turun menjadi 55 kasus pada 22 Agustus.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Pekanbaru mencatat jumlah kasus tertinggi dalam pemantauan tersebut. Pada 19 Agustus terdapat 97 kasus, kemudian 20 kasus pada 20 Agustus, 47 kasus pada 21 Agustus dan 13 kasus pada 22 Agustus.
Total kasus yang tercatat di Pekanbaru selama empat hari tersebut mencapai 177 kasus.
Kampar berada di urutan berikutnya dengan sedikitnya 61 kasus berdasarkan data empat hari, yakni 48 kasus pada 19 Agustus, empat kasus pada 20 Agustus, enam kasus pada 21 Agustus dan tiga kasus pada 22 Agustus.
Pelalawan mencatat 106 kasus selama tiga hari pencatatan, masing-masing 44 kasus pada 19 Agustus, 26 kasus pada 20 Agustus dan 36 kasus pada 21 Agustus.
Sementara itu, Siak tercatat memiliki 22 kasus pada 19 Agustus.
Di luar pencatatan harian tersebut, data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus ISPA di Riau secara kumulatif telah mencapai 1.948 kasus hingga 21 Agustus 2026.
Selain ISPA, terdapat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis yang tercatat pada periode kumulatif tersebut.
Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan angka tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi karena kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.
Dinkes Riau juga memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, termasuk Pelalawan. Pendataan dilakukan terhadap ibu hamil, bayi dan kelompok masyarakat rentan yang berada di wilayah terdampak kabut asap.
“Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin,” ujar Zulkifli.
Pemantauan kasus dan kondisi masyarakat akan terus dilakukan seiring perkembangan karhutla dan kualitas udara di sejumlah wilayah Riau.





