BeritaPekanbaruRiauUtama

BMKG Deteksi 1.104 Titik Panas di Sumatera, Riau Capai 97 Hotspot

×

BMKG Deteksi 1.104 Titik Panas di Sumatera, Riau Capai 97 Hotspot

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi petani Provinsi Riau dengan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kebakaran lahan. (Bmkg Pekanbaru)
Ilustrasi petani Provinsi Riau dengan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kebakaran lahan. (Bmkg Pekanbaru)

INGATLAH –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.104 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera pada Sabtu (22/8/2026). Data tersebut merupakan pembaruan hingga pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, mengatakan titik panas tersebut tersebar di sembilan provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 528 titik.

“Bangka Belitung 221 titik dan Lampung 98 titik, disusul Riau 97 titik, Jambi 83 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Bengkulu 19 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 9 titik, dan Sumatera Barat 5 titik,” kata Anggun di Pekanbaru.

Di Provinsi Riau, hotspot terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 71 titik.

Baca Juga  Jelang Lawan Persib, Semen Padang FC Siap Tempur di Kandang

Selanjutnya, Indragiri Hilir delapan titik dan Kampar empat titik. Sementara Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi tiga titik panas.

Hotspot lainnya tersebar di Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Rokan Hulu masing-masing dua titik, serta Kuantan Singingi satu titik.

Peningkatan jumlah hotspot tersebut terjadi di tengah aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.

Manggala Agni mencatat luas lahan yang terbakar di Riau dalam beberapa hari terakhir telah mencapai lebih dari 700 hektare.

Kebakaran terbesar tercatat di Indragiri Hulu dengan luas sekitar 434 hektare dan Pelalawan sekitar 300 hektare.

Baca Juga  Overkapasitas Penjara di Riau Mencapai 326 Persen, Begini Penjelasannya

Selain kedua wilayah tersebut, penanganan karhutla juga dilakukan di Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan peningkatan frekuensi kebakaran saat ini terutama terjadi di Riau dan Sumatera Selatan.

“Untuk wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan,” ujar Ferdian.

Menurut dia, penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga mendapat dukungan personel Manggala Agni dari Jambi.

Tim tersebut telah hampir 15 hari ditempatkan untuk membantu penanganan kebakaran.

Lonjakan hotspot dan meluasnya area terbakar menjadi perhatian karena kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah Sumatera.