INGATLAH.COM – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Barangan, Kuranji, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa pagi (7/7/2026).
Satu unit truk pengangkut besi mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalur menanjak, mengakibatkan seorang kernet tewas di tempat setelah terlindas kendaraan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Truk yang membawa muatan besi itu diduga tidak kuat menanjak ketika berada di tengah jalan menanjak di kawasan Barangan Kuranji.
Dalam kondisi kehilangan tenaga, kendaraan tiba-tiba mundur tak terkendali.
Kernet truk yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan tindakan penyelamatan dengan turun dari kendaraan untuk mengganjal ban belakang.
Namun upaya tersebut berujung petaka. Truk justru meluncur mundur dengan cepat sebelum ganjalan sempat dipasang, hingga akhirnya melindas korban.
Korban diketahui terjepit di bawah kolong truk dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, sopir truk dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 08.05 WIB dari masyarakat.
Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak tujuh personel dari Unit Siaga SAR Agam langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 08.15 WIB menggunakan Rescue Car Type 1.
Meski jarak tempuh menuju lokasi mencapai sekitar 55 kilometer, tim SAR berhasil tiba dalam waktu relatif cepat, yakni sekitar 35 menit.
Mereka tiba di lokasi pada pukul 08.50 WIB dalam kondisi cuaca cerah.
Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur gabungan yang telah lebih dahulu berada di tempat kejadian.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan khusus seperti ekstrikasi, mountaineering, medis, dan komunikasi.
Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain tujuh personel SAR Agam, dua anggota TNI, dua anggota Polri, serta 12 orang masyarakat setempat.
Kolaborasi ini memungkinkan proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.
Kasi Ops Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan bahwa korban berhasil dievakuasi pada pukul 08.58 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah kemudian langsung dibawa ke RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman untuk penanganan lebih lanjut.
“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit,” ujar Hendri.
Setelah proses evakuasi selesai, seluruh personel melakukan debriefing pada pukul 09.32 WIB.
Operasi SAR hari pertama (H1) pun diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat melintasi jalur ekstrem seperti tanjakan dengan muatan berat.





