Pekanbaru

Minyakita Rp15.500 per Liter, TPID Riau Gelar Pasar Murah Tiga Hari Berturut-turut

×

Minyakita Rp15.500 per Liter, TPID Riau Gelar Pasar Murah Tiga Hari Berturut-turut

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD pangan terus memperkuat langkah pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang libur nasional Kenaikan Isa Almasih dan persiapan Hari Raya Iduladha 2026.

Salah satu langkah yang digencarkan adalah pelaksanaan operasi pasar murah di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

Pemerintah menilai Pekanbaru menjadi wilayah dengan tingkat konsumsi masyarakat yang cukup tinggi sehingga perlu mendapat perhatian khusus.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti mengatakan, operasi pasar murah menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memotong rantai distribusi yang panjang.

“Guna memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga, Pemprov Riau terus menggencarkan operasi pasar murah. Pekan kedua Mei ini, kegiatan dipusatkan di wilayah Kota Pekanbaru,” ujar Tetty Nurdianti, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, operasi pasar murah digelar selama tiga hari berturut-turut. Pada Senin (11/5), kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani.

Baca Juga  Tabrakan Maut di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Suami Tewas Istri Luka-Luka

Kemudian Selasa (12/5) dilanjutkan di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat dan Rabu (13/5) di Halaman Alkastoery, Jalan Sri Sejahtera, Kelurahan Agrowisata.

Menurut Tetty, jadwal operasi pasar pekan ini dibuat lebih singkat karena Kamis dan Jumat bertepatan dengan libur nasional serta cuti bersama.

Pemprov Riau juga memastikan harga Minyakita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), di tengah keluhan masyarakat terkait kenaikan harga minyak goreng subsidi di pasaran.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, di pasar murah kami jual Minyakita Rp15.500 per liter. Ini bagian dari upaya pemerintah menekan inflasi dan menjaga harga tetap stabil,” tegasnya.

Selain minyak goreng subsidi, sejumlah bahan pokok lainnya juga dijual lebih murah dibanding harga pasar. Beras SPHP dipasarkan Rp60 ribu per 5 kilogram.

Sementara beras premium jenis Anak Daro dan Sokan dijual Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram.

Baca Juga  Dukung Program Nasional, Polsek Bukit Raya Monitoring Kebun Jagung Milik Kelompok Tani

Kemudian gula pasir dibanderol Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Rp13 ribu per bungkus, hingga berbagai jenis garam dengan harga mulai Rp2 ribu per kemasan.

Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay memastikan stok pangan yang disiapkan mencukupi selama kegiatan operasi pasar berlangsung. Untuk setiap lokasi, pihaknya menyalurkan 1.000 liter Minyakita dan 1 ton beras SPHP.

Menurut Ade, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau agar stok pangan benar-benar tersedia dan dapat dijangkau masyarakat tanpa terjadi kelangkaan.

Ia juga menambahkan, masyarakat tetap dapat membeli Minyakita dengan harga subsidi meski tidak sempat datang ke lokasi operasi pasar murah.

“Minyakita sesuai HET juga tersedia di Topan Swalayan Jalan Melati dan tiga titik Kios Pangan, yakni di Pasar Dupa, Pasar Cik Puan dan Pasar 50. Harganya sama seperti di operasi pasar murah,” tutupnya.