Pekanbaru

Dony Oskaria Angkat Jempol untuk Sumbar, Ekonomi Tumbuh 5,02 Persen di Awal 2026

×

Dony Oskaria Angkat Jempol untuk Sumbar, Ekonomi Tumbuh 5,02 Persen di Awal 2026

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pujian datang dari tokoh nasional asal Sumatera Barat, Dony Oskaria, terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan I 2026.

Sosok yang dikenal sebagai salah satu top leader BUMN itu sebelumnya kerap melontarkan kritik keras terhadap kondisi ekonomi kampung halamannya.

Bahkan, Dony sempat menyoroti rendahnya pertumbuhan ekonomi Sumbar yang pernah menjadi salah satu terendah di Sumatera hingga masuk lima besar terendah secara nasional.

Namun kini, nada berbeda disampaikan putra Nagari Tanjung Alam tersebut.

Pada Kamis (7/5/2026), Dony Oskaria mengaku optimistis setelah melihat tren pertumbuhan ekonomi Sumbar mulai membaik di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

“Saya kritik keras selama ini karena saya sayang dengan provinsi kampung halaman. Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS, angka pertumbuhan ekonomi Sumbar naik. Saya memuji dan berharap tren pertumbuhan ekonomi Sumbar terus meningkat setiap bulan,” ujar Dony Oskaria.

Baca Juga  Lapas Pekanbaru Libatkan BNN dalam Pembinaan FMD untuk Perkuat Karakter dan Antinarkoba

Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 5,02 persen pada Triwulan I 2026 menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi daerah.

Menurut Dony, peningkatan tersebut tidak lepas dari kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di Sumbar.

“Kuncinya kerja keras seluruh pemimpin Sumbar dan hasilnya semakin dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,02 persen secara year on year (yoy).

Meski masih berada di bawah angka pertumbuhan nasional sebesar 5,6 persen, capaian itu dinilai menjadi kemajuan signifikan dibanding kondisi sebelumnya.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi Sumbar didorong sejumlah faktor, di antaranya rehabilitasi infrastruktur pascabencana, meningkatnya konsumsi rumah tangga, serta membaiknya sektor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO) dan gambir.

Baca Juga  Bocah Bermata Lebam Diduga Dipukul Oknum Aparat, Propam Polda Riau Turun Tangan

Sebelumnya, kondisi ekonomi Sumbar sempat menjadi perhatian serius berbagai kalangan, baik masyarakat di ranah maupun perantauan. Pada 2025 lalu, pertumbuhan ekonomi Sumbar tercatat hanya berada di kisaran 3,37 hingga 3,94 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Pulau Sumatera.

Situasi tersebut bahkan memunculkan gerakan “Sumbar Bangkit” yang mendorong pemulihan sektor UMKM, pariwisata, hingga investasi daerah.

Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar kini mencapai 6,83 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, data Agustus 2024 mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumbar berada di angka 70,28 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 5,75 persen.

Ke depan, pembangunan infrastruktur strategis seperti kelanjutan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang–Sicincin diproyeksikan akan semakin mendorong akselerasi ekonomi Sumatera Barat.