INGATLAH.COM – PSS Sleman memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan pembenahan setelah mengawali BRI Super League 2026/27 dengan hasil kurang memuaskan.
Super Elang Jawa kini bersiap bangkit saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat.
PSS dijadwalkan menghadapi PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/10/2026).
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi PSS untuk mengakhiri rentetan hasil buruk sekaligus meraih poin perdana musim ini.
Jeda kompetisi selama tiga pekan karena agenda FIFA Matchday memberikan waktu cukup bagi PSS untuk melakukan evaluasi. Tim pelatih dapat memperbaiki berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik hingga mental pemain.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memilih tidak terburu-buru memasang target angka untuk perjalanan tim sepanjang putaran pertama.
Pelatih asal Belanda tersebut lebih memilih pendekatan sederhana dengan meminta anak asuhnya fokus terhadap pertandingan yang ada di depan mata.
“Untuk saat ini, kami hanya melihat satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami selalu berusaha memenangkan laga berikutnya. Itu yang selalu kami lakukan,” ujar Pieter Huistra.
Pendekatan tersebut menjadi penting bagi PSS yang belum mendapatkan satu pun poin dari tiga pertandingan awal.
Super Elang Jawa harus menerima tiga kekalahan secara beruntun.
PSS kalah 1-2 saat bertandang ke markas Bali United FC pada pertandingan pertama.
Setelah itu, mereka kembali gagal meraih poin ketika menjamu Madura United FC dan takluk 1-3.
Hasil buruk tersebut berlanjut pada pertandingan ketiga.
Bertandang menghadapi Dewa United Banten FC, PSS kembali harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.
Meski demikian, Pieter tidak ingin timnya terjebak pada hasil masa lalu. Menurutnya, tiga pertandingan awal memberikan pengalaman penting, terutama karena PSS telah menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang tidak mudah.
“Sejauh ini, kami sudah menghadapi tiga lawan yang cukup berat. Ketika lawan yang lebih ringan datang, kami harus mendapatkan poin,” katanya.
Bagi Pieter, kompetisi harus dijalani secara bertahap. Ia tidak ingin pemain kehilangan energi hanya karena terlalu memikirkan posisi klasemen atau target yang masih jauh di depan.
“Kalau kita terlalu jauh melihat ke depan, itu tidak akan memberikan kekuatan atau energi. Satu-satunya hal yang bisa kami pengaruhi adalah tindakan berikutnya,” tutur Pieter.
Karena itu, pertandingan melawan PSM menjadi fokus utama PSS saat ini.
Momentum setelah jeda panjang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah kekurangan yang terlihat dalam tiga pertandingan sebelumnya.
Pieter juga ingin anak asuhnya mampu memanfaatkan setiap peluang yang muncul menjadi hasil positif.
Baginya, setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda yang harus diselesaikan pada waktunya.
Pendekatan laga demi laga tersebut sekaligus menjadi upaya Pieter menjaga fokus dan kepercayaan diri skuad Super Elang Jawa.
PSS kini dituntut segera menemukan momentum kebangkitan sebelum perjalanan BRI Super League 2026/27 semakin jauh.
Laga kontra PSM Makassar pun menjadi ujian penting.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSS memiliki peluang untuk membuka lembaran baru sekaligus mengakhiri penantian panjang untuk meraih poin pertama musim ini.





