INGATLAH – Keputusan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang Pariaman untuk melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menuai kritik tajam dan sorotan publik.
Ironisnya, kunjungan ini dilakukan tepat saat Padang Pariaman sedang berjuang memulihkan diri dari bencana alam besar.
Isu ini mencuat ke permukaan setelah media nasional melaporkan langkah kontroversial tersebut.
Bahkan, keberangkatan rombongan dewan ini lebih dulu menjadi perbincangan di Sleman sebelum ramai dibicarakan di daerah asal mereka sendiri.
Tokoh masyarakat Piaman, Masful, menilai keputusan para wakil rakyat itu sangat mencederai rasa keadilan dan menunjukkan kurangnya empati.
“Sangat memalukan, tidak sensitif pada penderitaan rakyat, tak peduli, egois, dan lupa daratan. Padahal jika punya hati, perjalanan itu bisa ditunda,” ujar Masful dengan nada keras, Selasa (2/12) malam.
Masful menambahkan, di saat masyarakat tengah bergelut dengan lumpur dan kehancuran akibat bencana, para legislator justru memilih melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Ia bahkan menyiratkan kritik yang menusuk.
“Hati mereka diselimuti lumpur,” katanya menegaskan, menyamakan hati nurani mereka dengan kondisi fisik daerah yang hancur.
Publik kini menanti tanggapan resmi dari DPRD Padang Pariaman terkait polemik ini, namun upaya media untuk mendapatkan konfirmasi dilaporkan kesulitan.
Kasus ini menjadi sorotan keras akan prioritas dan kepekaan wakil rakyat terhadap penderitaan daerah yang mereka wakili. (*)





