INGATLAH.COM – Kota Payakumbuh mencetak sejarah dengan meraih predikat sebagai Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024 yang diselenggarakan di Gedung Juang Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.
Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, dari Pimpinan KPK RI, Nawawi Pomolango.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kepala BPKP RI, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan.
Payakumbuh dipilih sebagai kota percontohan berkat keberhasilannya memenuhi enam komponen utama dan 19 indikator penilaian yang ditetapkan oleh KPK.
Penilaian tersebut meliputi pengelolaan keuangan daerah, transparansi pelayanan publik, serta penguatan pengawasan dan pelibatan masyarakat.
Peringatan Hakordia 2024 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, yang mewakili Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, Budi menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merusak ekonomi bangsa dan menghambat pembangunan.
“Semangat Asta Cita poin ke-7 menjadi dasar komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi. Hakordia adalah momen penting untuk mengingatkan bahwa korupsi adalah musuh bersama,” ujar Budi.
Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango, menambahkan bahwa penghargaan ini adalah bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di seluruh Indonesia.
“Kami percaya, melalui kepemimpinan Presiden dan semangat Asta Cita, pemberantasan korupsi dapat diwujudkan secara berkelanjutan dengan melibatkan semua elemen bangsa,” jelas Nawawi.
Pj. Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, hingga masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga integritas pelayanan publik.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kota Payakumbuh. Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus menjunjung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi,” ucap Suprayitno.
Ia juga menyoroti pentingnya aplikasi Whistle Blower System (WBS) dalam mendukung pelaporan praktik korupsi dan pengaduan masyarakat sebagai langkah pencegahan yang efektif.
“Dengan melibatkan masyarakat dan memanfaatkan teknologi, kami yakin budaya integritas dapat terus ditanamkan di Payakumbuh. Ini adalah bagian dari kontribusi kami menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Suprayitno berharap, predikat ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat komitmen melawan korupsi.
“Jika seluruh elemen bersatu, kita dapat mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat,” pungkasnya. (*)





