INGATLAH.COM – Kedekatan dengan lingkungan Muslim sejak kecil menjadi bagian penting dalam perjalanan Sania Maria Panjaitan hingga akhirnya mantap memeluk agama Islam.
Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juli 2000, itu resmi menjadi Muslim setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Jumat (11/9/2026).
Prosesi berlangsung selepas salat Jumat dan dipandu Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Ustaz Rubianto. Puluhan jamaah menyaksikan momen tersebut.
Sebelum mengucapkan syahadat, Sania menceritakan pengalamannya yang sejak kecil sudah cukup dekat dengan kehidupan umat Islam.
Ia mengatakan, sejak kecil dirinya tinggal di lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Ia juga pernah menempuh pendidikan di sekolah Islam.
Tak hanya itu, Sania mengaku sudah terbiasa membaca ayat-ayat pendek sejak usia dini.
“Saya sejak kecil tinggal di lingkungan Muslim dan bersekolah di sekolah Islam. Saya juga sejak kecil sering membaca ayat-ayat pendek. Sampai sekarang saya banyak bersama orang-orang Muslim,” ujar Sania.
Lingkungan tersebut membuat Sania memiliki pengalaman yang cukup dekat dengan berbagai aktivitas keislaman.
Seiring berjalannya waktu, kedekatan tersebut membuat ketertarikannya terhadap Islam semakin tumbuh.
Ia kemudian memutuskan untuk mendalami keyakinan tersebut hingga akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.
Keputusan Sania menjadi mualaf berlangsung dalam suasana penuh haru di Masjid Raya An Nur.
Dengan dipandu Ustaz Rubianto, Sania mengikuti setiap kalimat syahadat yang diucapkan pembimbing.
Setelah seluruh rangkaian syahadat selesai, Sania resmi menjadi seorang Muslim.
Ustaz Rubianto kemudian mengingatkan Sania bahwa perjalanan sebagai seorang Muslim baru saja dimulai.
Ia meminta Sania terus belajar memahami Islam, termasuk mengenai bersuci, salat, rukun iman dan rukun Islam.
“Yang paling penting setelah bersyahadat adalah tetap istiqamah. Terus belajar mengenal Islam, belajar ibadah, dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu,” pesan Ustaz Rubianto.
Sania juga diingatkan agar tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan menghormati orang tua meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
Menurut pembimbing, perbedaan agama tidak menjadi alasan untuk memutuskan hubungan kekeluargaan.
Setelah prosesi selesai, Mualaf Center An Nur Riau memberikan perlengkapan salat kepada Sania.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Sania menjalankan ibadah sekaligus menjadi bagian dari langkah awalnya mendalami Islam.
Doa bersama kemudian menutup prosesi persyahadatan.
Para jamaah mendoakan Sania agar diberikan keteguhan hati, kemudahan dalam belajar agama, serta istiqamah menjalankan ajaran Islam.
Perjalanan Sania menjadi mualaf memiliki cerita tersendiri.
Kedekatan dengan lingkungan Muslim yang telah berlangsung sejak masa kanak-kanak akhirnya menjadi bagian dari perjalanan panjang hingga dirinya memutuskan untuk mengucapkan syahadat.





