INGATLAH.COM – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan Polda Sumbar untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dinilai mengancam generasi muda.
Kerja sama itu dibahas dalam silaturahmi Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan dengan jajaran LKAAM Sumbar.
Pertemuan tersebut digelar di markas LKAAM Sumbar, Jumat (28/8/2026), kemaren.
Ketua LKAAM Sumbar Dr Fauzi Bahar mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah antara kepolisian dan tokoh adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Fauzi, ada sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, terutama penyalahgunaan narkotika, balap liar, tawuran antarremaja, serta persoalan sosial lainnya yang dinilai membutuhkan langkah pencegahan sejak dini.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menyelamatkan generasi muda atau anak kemenakan dari berbagai ancaman tersebut,” kata Fauzi.
Dia menyebut ancaman narkoba menjadi salah satu perhatian serius.
Fauzi juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika, termasuk pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus dalam jumlah besar.
Fauzi menilai pemberantasan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, juga harus diperkuat.
“Penyelamatan generasi muda tidak bisa ditawar. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama dan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dirintelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan mengatakan pihaknya memiliki peran penting dalam melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
Dia menilai keterlibatan lembaga adat sangat penting dalam upaya tersebut. LKAAM dan Bundo Kanduang dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat serta posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
“Peran tokoh adat sangat penting dalam memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat,” kata Riki.
Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat nagari dan korong. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dengan tokoh adat akan terus diperkuat.
Sinergi tersebut nantinya dilakukan melalui diskusi dan evaluasi secara berkala. Tujuannya untuk menyusun langkah pencegahan yang lebih efektif sesuai kondisi di tengah masyarakat.
Polda Sumbar dan LKAAM juga mendorong keterlibatan niniak mamak dan Bundo Kanduang dalam memberikan pemahaman kepada anak kemenakan mengenai bahaya narkoba serta berbagai bentuk perilaku yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah berbagai persoalan sosial sekaligus menciptakan Sumatera Barat yang aman, kondusif, dan ramah bagi generasi muda





