INGATLAH.COM – Pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,75 persen pada kuartal II 2026 menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan perbankan.
Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, geliat aktivitas ekonomi di daerah justru membuka ruang baru bagi perbankan untuk memperluas pembiayaan sekaligus memperkuat layanan kepada masyarakat.
Peluang tersebut menjadi perhatian PT Bank CIMB Niaga Tbk. Memasuki paruh kedua 2026, bank ini melihat Riau sebagai salah satu wilayah yang memiliki prospek pertumbuhan bisnis cukup menjanjikan.
Strategi yang disiapkan bukan semata memperluas pembiayaan, tetapi juga memadukan kekuatan layanan digital dengan jaringan fisik yang masih dibutuhkan masyarakat.
Sektor produktif, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM), menjadi salah satu sasaran utama.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan optimisme masyarakat dan pelaku usaha di Riau menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya dalam Media Gathering CIMB Niaga di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026).
“Di Riau, kami melihat potensi dan optimisme yang kuat dari masyarakat maupun pelaku usaha untuk terus berkembang. Karena itu, kami ingin terus menjadi mitra yang membantu mengembangkan potensi, meraih peluang, dan mencapai berbagai tujuan finansial para nasabah,” kata Lani.
- Digitalisasi Mengubah Cara Nasabah Bertransaksi
Perubahan paling terasa dalam industri perbankan saat ini terjadi pada perilaku nasabah.
Aktivitas yang sebelumnya mengharuskan masyarakat datang ke kantor cabang, kini semakin banyak dilakukan melalui telepon pintar.
CIMB Niaga mencatat lebih dari 90 persen transaksi nasabah saat ini telah berlangsung melalui kanal digital.
Perubahan tersebut mendorong perseroan untuk terus mengembangkan ekosistem digital agar kebutuhan nasabah dapat dilayani secara cepat dan praktis.
Untuk nasabah individu, layanan tersebut ditopang melalui OCTO. Sementara pelaku usaha dapat memanfaatkan OCTOBIZ untuk mengelola transaksi dan kebutuhan operasional bisnis.
Adapun merchant dapat menggunakan OCTO Merchant sebagai solusi penerimaan pembayaran digital.
“Perubahan perilaku nasabah terus bergerak ke layanan digital. Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas digital agar transaksi menjadi lebih sederhana, cepat dan nyaman,” ujar Lani.
Meski demikian, CIMB Niaga menyadari bahwa digitalisasi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap layanan tatap muka.
Di Riau, perseroan masih mengoperasikan delapan jaringan kantor cabang dan 33 fasilitas ATM/CRM di sejumlah lokasi strategis.
Jaringan fisik tersebut kemudian dipadukan dengan konsep kantor cabang digital dan hybrid.
Model ini memungkinkan nasabah tetap memperoleh akses layanan langsung, sekaligus mendapatkan pengalaman perbankan yang lebih modern dan efisien.
- Kredit Korporasi Tumbuh, UKM Tetap Jadi Perhatian
Dari sisi kinerja, CIMB Niaga mencatat aset konsolidasi sekitar Rp382 triliun.
Kredit perseroan tumbuh sekitar 6,6 persen secara tahunan. Segmen korporasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan dengan kenaikan sekitar 13,8 persen.
Sementara kredit segmen UKM tumbuh sekitar 2,9 persen.
Meski pertumbuhannya tidak setinggi segmen korporasi, UKM tetap menjadi bagian penting dari strategi bisnis CIMB Niaga.
Sektor ini dinilai memiliki peran besar dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sekitar 3 persen. Adapun porsi dana murah atau CASA mencapai 71,7 persen.
Struktur tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat efisiensi biaya dana perseroan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.
Bagi CIMB Niaga, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa jauh layanan keuangan mampu menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan.
- Literasi Keuangan hingga Pemberdayaan UMKM
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program sosial dan keberlanjutan.
Hingga Juni 2026, program pendidikan dan literasi keuangan CIMB Niaga telah menjangkau lebih dari 100 ribu siswa di lebih dari 1.000 sekolah di Indonesia.
Di Pekanbaru, selama dua tahun terakhir, program tersebut telah menyasar 297 pelajar dari dua sekolah menengah.
Program tidak berhenti pada pemberian edukasi. Para pelajar juga didorong mengenal layanan perbankan melalui pembukaan rekening.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya menabung sekaligus memperluas inklusi keuangan sejak usia dini.
Pemberdayaan pelaku UMKM juga menjadi bagian dari agenda perseroan.
Melalui program Community Link #JadiBerkelanjutan, CIMB Niaga telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada hampir 1.000 UMKM serta menyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada 150 UMKM.
Program tersebut menjadi salah satu cara perseroan mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.
- Bisnis Berjalan, Lingkungan Tetap Dijaga
Di sisi lingkungan, CIMB Niaga membawa inisiatif The Cooler Earth yang telah berjalan sejak 2012.
Melalui program tersebut, perseroan telah menanam lebih dari 115 ribu bambu di sejumlah wilayah Indonesia dengan potensi serapan karbon kumulatif lebih dari 15 ribu ton setara CO₂.
Bagi CIMB Niaga, agenda keberlanjutan kini tidak lagi ditempatkan sebagai kegiatan tambahan di luar bisnis.
Aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan mulai menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Keberlanjutan merupakan bagian penting dari cara kami menjalankan bisnis. Kami ingin menghadirkan kontribusi yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga manfaat sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat,” kata Lani.
- Menatap Usia 71 Tahun
Perjalanan CIMB Niaga memasuki babak baru. Pada 26 September 2026, perseroan akan genap berusia 71 tahun.
Usia tersebut menjadi momentum bagi CIMB Niaga untuk kembali memperkuat fondasi bisnis sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
Riau menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan cukup besar.
Pertumbuhan ekonomi daerah, perkembangan sektor usaha, serta perubahan gaya hidup masyarakat menciptakan kebutuhan baru terhadap layanan keuangan yang cepat, mudah dan terintegrasi.
Karena itu, penguatan digitalisasi, pembiayaan sektor produktif dan pemberdayaan UMKM menjadi tiga fokus yang akan terus didorong.
Di tengah ekonomi Riau yang tumbuh positif, perbankan tidak hanya dituntut menjadi tempat menyimpan dan meminjam uang.
Lebih dari itu, perbankan dituntut hadir sebagai mitra yang mampu membantu masyarakat dan pelaku usaha membaca peluang, mengelola keuangan, serta mengembangkan bisnis.
CIMB Niaga melihat peluang tersebut masih terbuka lebar.
Dengan memadukan teknologi digital, jaringan fisik, pembiayaan produktif, serta program sosial dan lingkungan, perseroan berharap dapat terus mengambil bagian dalam perjalanan pertumbuhan ekonomi Riau sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Bagi CIMB Niaga, pertumbuhan ekonomi daerah bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat aktivitas pelaku usaha, kebutuhan masyarakat, dan peluang yang dapat dikembangkan menjadi pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.





