OlahragaRiauUtama

Full Back Rasa Striker, PSPS Pekanbaru Pertahankan Alfin Tuasalamony

×

Full Back Rasa Striker, PSPS Pekanbaru Pertahankan Alfin Tuasalamony

Sebarkan artikel ini
Full Back Rasa Straiker, PSPS Pekanbaru Pertahankan Alfin Tuasalamony
Full Back Rasa Straiker, PSPS Pekanbaru Pertahankan Alfin Tuasalamony

INGATLAH.COM – PSPS Pekanbaru kembali mengumumkan satu nama yang akan memperkuat skuad Asykar Bertuah pada Liga 2 musim 2026/2027.

Sosok tersebut bukan wajah baru, melainkan pemain lama yang musim lalu kerap dipercaya sebagai kapten tim.

Ia adalah Alfin Ismail Tuasalamony, pemain serba bisa yang dikenal mampu bermain sebagai bek, gelandang bertahan, hingga winger.

Dengan karakter permainan agresif dan kontribusi di lini serang, ia musim lalu mendapat julukan sebagai full back rasa striker.

Keputusan mempertahankan Alfin menjadi langkah strategis manajemen setelah sebelumnya mengikat sejumlah pemain yang berperan besar musim lalu.

Kehadirannya dinilai penting untuk menjaga keseimbangan tim, baik dari sisi pertahanan maupun kepemimpinan di lapangan.

Sepanjang musim lalu, pemain asal Tulehu tersebut menunjukkan performa impresif.

Dari 24 pertandingan yang dijalani, Alfin mencatatkan empat gol dan satu assist catatan yang tergolong tinggi untuk seorang pemain bertahan.

Selain Alfin, PSPS juga telah memastikan sejumlah pilar utama tetap bertahan, di antaranya Antonio Gamaroni, Vieri Donny, Ilham Syafri, Misbakus Solikin, Ilham Fathoni, dan Pramudya Dwi.

Keberlanjutan pemain inti ini diharapkan menjaga kekompakan tim.

Di bursa transfer, PSPS turut melakukan sejumlah perekrutan untuk memperkuat kedalaman skuad.

Di lini belakang, Muhammad Revan didatangkan dari Persiraja Banda Aceh.

Baca Juga  Derby Sumatera Babak Pertama Lesu, PSPS dan Sriwijaya FC Tanpa Gol

Untuk sektor sayap, Aulia Ramadhan Lubis (Persik Kediri) dan Hamzah Defa (Persikad Depok) resmi bergabung guna menambah variasi serangan.

Sementara itu, posisi penjaga gawang diperkuat oleh dua nama baru, yakni Dicki Agung Setiawan dari Sumsel United dan Januarius Toa Meka dari Deltras Sidoarjo.

Kehadiran keduanya diharapkan menciptakan persaingan sehat di bawah mistar.

Di lini tengah, PSPS merekrut gelandang asal Brasil, Matheus Henrique Machado de Santana, yang diproyeksikan sebagai motor permainan dan penambah kreativitas serangan.

Manajemen juga memberi kesempatan bagi pemain muda, salah satunya striker Farhan Darwan dari Malut United U-20, sebagai bagian dari regenerasi tim.

Perubahan turut terjadi di jajaran pelatih.

PSPS menunjuk Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala, didampingi Roffi Sunaryo dan Ambrizal sebagai asisten.

Posisi pelatih kiper diisi Abdul Rohman, sementara Abda Alief bertanggung jawab atas kebugaran fisik pemain.

Dengan perpaduan pemain berpengalaman, rekrutan anyar, dan talenta muda, PSPS Pekanbaru menunjukkan keseriusan dalam membangun tim yang kompetitif.

Manajer PSPS, Miftakhul Fahamsyah, menyebut seluruh persiapan telah rampung dan tim siap memasuki tahap berikutnya.

Terpisah, Akhyar Ilyas sang juru taktik PSPS Pekanbaru menyebut bahwa komposisi tim saat ini sudah berjalan 80 persen.

“Skuad kita sudah 80 persen. Kita melihat perpaduan pemain muda dan pemian senior yang ada saat ini sudah menjadi kombinasi yang cukup baik,” ungkapnya.

  • Grup Barat
Baca Juga  Noriki Akada Jadi Pahlawan Kemenangan PSPS Pekanbaru atas PSMS Medan

Dikutip dari pemberitaan MataRiau.com memberitakan PSPS Pekanbaru resmi akan kembali berjuang di Grup Barat pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Kompetisi Liga 2 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026 dengan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup Barat dan Grup Timur.

Seluruh tim akan bersaing ketat untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bagi PSPS Pekanbaru, musim ini menjadi ujian besar sekaligus momentum penting untuk kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu tim yang layak bersaing di papan atas.

Klub berjuluk Askar Bertuah itu dipastikan tergabung di Grup Barat bersama sembilan tim lain yang memiliki kekuatan, sejarah, dan ambisi besar.

Selain PSIS Semarang dan Semen Padang FC, PSPS juga akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Sumsel United, FC Bekasi City, PSGC Cimahi, Persikad Depok, serta Persiku Kudus.

Komposisi tersebut membuat Grup Barat diprediksi menjadi salah satu grup paling sengit musim ini. Kehadiran PSIS Semarang dan Semen Padang FC sebagai tim yang baru turun dari Liga 1 jelas menambah panas persaingan.