INGATLAH.COM – Arsenal harus menelan pil pahit pada partai final Liga Champions 2025/2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam.
Meski tidak pernah kalah selama 90 menit sepanjang turnamen, The Gunners tetap gagal mengangkat trofi setelah dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) lewat drama adu penalti.
Sejatinya, Arsenal memulai pertandingan dengan sempurna. Saat laga baru berjalan enam menit, Kai Havertz sukses membawa wakil Inggris itu unggul lebih dulu.
Penyerang asal Jerman tersebut melepaskan tembakan keras kaki kiri dari sudut sempit yang gagal dihentikan kiper PSG.
Gol cepat itu membuat Arsenal berada di atas angin. Mereka mampu mengendalikan tempo permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan klub raksasa Prancis tersebut.
Namun PSG tidak menyerah. Setelah terus menekan, tim berjuluk Les Rouge et Bleu akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-65.
Wasit Daniel Siebert menunjuk titik putih setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Ousmane Dembele yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Tendangan penyerang tim nasional Prancis itu sukses mengecoh penjaga gawang Arsenal dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol tambahan tercipta. Kedua tim kemudian melanjutkan pertandingan ke babak tambahan waktu selama 30 menit.
Meski kedua tim menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skor 1-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti. Dalam momen yang menentukan tersebut, Arsenal mengalami nasib buruk.
Dua eksekutor mereka, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Di sisi lain, PSG hanya kehilangan satu penendang setelah eksekusi Nuno Mendes berhasil digagalkan.
Klub asal Paris itu akhirnya menang 4-3 dalam adu penalti dan sukses mempertahankan gelar Liga Champions.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Arsenal sebenarnya menorehkan perjalanan luar biasa sepanjang kompetisi.
Tim asuhan Mikel Arteta menyapu bersih delapan pertandingan fase liga dengan kemenangan dan lolos sebagai pemuncak klasemen.
Di fase gugur, mereka menyingkirkan Bayer Leverkusen di babak 16 besar dengan agregat 3-1, mengalahkan Sporting CP 1-0 di perempat final, serta menumbangkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 di semifinal.
Sebelum final, Arsenal mencatatkan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang dari 14 pertandingan.
Artinya, mereka tidak pernah kalah dalam waktu normal sepanjang Liga Champions musim ini.
Sayangnya, rekor impresif tersebut tidak cukup untuk membawa trofi ke London Utara.
Arsenal harus menerima kenyataan pahit bahwa perjalanan tanpa kekalahan selama 90 menit tetap berakhir tanpa gelar juara.
Usai pertandingan, Pelatih Kepala Arsenal, Arteta mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut.
Menurutnya, Arsenal telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi dan hanya berjarak beberapa tendangan penalti dari gelar juara Eropa pertama dalam sejarah klub.
“Sangat sulit ketika Anda begitu konsisten dalam kompetisi hingga final, dan pada akhirnya kehilangan trofi karena tendangan penalti. Itu sulit,” jelasnya Arteta.





