RiauPekanbaruUtama

3 Gadis Muda Resmi Masuk Islam di Masjid Raya An Nur Riau

×

3 Gadis Muda Resmi Masuk Islam di Masjid Raya An Nur Riau

Sebarkan artikel ini
3 Gadis Muda Resmi Masuk Islam di Masjid Raya An Nur Riau

INGATLAH.COM – Tiga gadis muda resmi memeluk Agama Islam usai sukses mengucap dua kalimat syahadat dan ikrar di Masjid Raya Annur Riau di Kota Pekanbaru.

Siang itu, suasana di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau mendadak berubah lebih hening dari biasanya.

Usai Salat Jumat (22/5), ratusan jamaah yang masih berada di dalam masjid menyaksikan momen penuh haru.

Momen itu ketika tiga perempuan muda berdiri mengenakan mukena putih, bergantian mengucapkan dua kalimat syahadat dan ikrar masuk islam.

Mereka adalah Melinawati Tamba (18), Martha Evline Siahaan (25), dan Indah Permata Buulolo (17).

Ketiganya datang dengan satu keputusan besar yaitu memulai perjalanan baru sebagai seorang Muslim.

Baca Juga  Bocor, Pipa Gas PT TGI di Batu Ampar Inhil Semburkan Api

Dengan suara pelan dan sesekali bergetar, syahadat dipandu pembimbing Mualaf Center An Nur, Ustaz Ir. Rubianto.

Kalimat demi kalimat diucapkan perlahan, disambut tatapan hangat para jamaah.

Tak sedikit yang menundukkan kepala, sementara sebagian lain tampak mengusap air mata.

Pantauan INGATLAH.COM, sebelum prosesi dimulai, Ustaz Rubianto memastikan keputusan tersebut lahir dari keyakinan pribadi.

“Apakah keputusan masuk Islam ada yang memaksa?” tanyanya.

Ketiganya kompak menggeleng.

Jawaban sederhana itu menjadi penegasan bahwa keputusan mereka lahir dari pencarian batin masing-masing.

Bagi sebagian orang, berpindah keyakinan mungkin hanya sebuah pilihan.

Baca Juga  Heboh! Warga Pekanbaru Temukan Ratusan Tanaman Mirip Ganja, Polisi Bilang Bukan

Namun bagi tiga perempuan muda itu, keputusan tersebut adalah awal perjalanan panjang yang menuntut keberanian, keteguhan, dan kesiapan menghadapi perubahan hidup.

“Hidayah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Yang penting setelah masuk Islam harus terus belajar dan istiqomah,” ujar Rubianto.

Hari itu, Masjid Raya An Nur bukan sekadar tempat ibadah.

Ia menjadi saksi awal perjalanan spiritual tiga perempuan muda yang memilih keyakinan baru dengan seluruh konsekuensi yang menyertainya.

“Melihat dari wajah-wajah yang teduh, saya yakin mereka sudah lama mengenal dan mencari tahu tentang islam. Semoga istiqamah,” pungkas Ustaz Rubianto.