RiauRokan Hilir

199 Jemaah Haji Rohil Tiba di Madinah, 3 Calon Haji Tertunda Berangkat karena Faktor Kesehatan

×

199 Jemaah Haji Rohil Tiba di Madinah, 3 Calon Haji Tertunda Berangkat karena Faktor Kesehatan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Setelah menunggu antrean hingga belasan tahun, sebanyak 199 Jemaah Calon Haji asal Rokan Hilir akhirnya tiba di Madinah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.

Para jemaah tersebut diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 6 dan Kloter 8. Namun, dari total 202 calon jemaah haji Rohil tahun ini, tiga orang terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Rokan Hilir, Johan, menjelaskan ketiga jemaah yang batal berangkat adalah Aisyah Dopal asal Panipahan, Sukemi Mursadi dari Bagan Sinembah, serta Pariani Muhamad yang merupakan pendamping Sukemi.

“Ketiganya telah dipulangkan ke daerah asal dan dijemput oleh perwakilan Bagian Kesra Rohil,” ujarnya.

Menurut Johan, penundaan keberangkatan dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 55 Tahun 2026 tentang standar kesehatan jemaah haji.

Baca Juga  Polsek Batu Hampar Turun ke Lahan, Ketahanan Pangan Sungai Sialang Dikawal

“Dua jemaah dinyatakan belum memenuhi syarat kesehatan atau belum istitha’ah, sehingga tidak layak diberangkatkan tahun ini. Kebijakan ini demi keselamatan jemaah sendiri,” jelasnya.

Ia berharap para jemaah yang tertunda dapat segera pulih sehingga bisa kembali diberangkatkan pada musim haji mendatang.

Sementara itu, kondisi jemaah Rohil yang telah berada di Madinah dilaporkan dalam keadaan baik. Ketua Regu Jemaah, Afrizal Sofyan, menyebut sebagian besar jemaah mampu beradaptasi dengan cuaca panas di Arab Saudi.

“Alhamdulillah secara umum jemaah sehat. Hanya ada beberapa yang mengalami keluhan ringan seperti demam, flu, dan pusing akibat cuaca Madinah yang mencapai 43 derajat Celsius,” ujarnya melalui pesan singkat.

Baca Juga  Terungkap, Pelaku Aniaya Ibu di Tualang Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Ia juga mengungkapkan lokasi hotel jemaah cukup dekat dengan Masjid Nabawi, yakni sekitar 5 hingga 10 menit berjalan kaki.

Untuk kebutuhan konsumsi, pelayanan makanan dari pihak syarikah disebut berjalan lancar meski variasi menu masih terbatas.

Di tengah pelaksanaan ibadah, sempat terjadi insiden seorang jemaah bernama Suryah yang tersesat usai beribadah di Raudhah pada malam 2 Mei sekitar pukul 24.00 waktu Arab Saudi. Namun, jemaah tersebut berhasil ditemukan kembali dengan bantuan ketua rombongan dan jemaah asal Bengkulu.

Afrizal memastikan tim kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada jemaah.

“Mohon doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar hingga kembali ke tanah air,” tutupnya.