INGATLAH.COM – Filsuf, akademisi, dan intelektual publik Rocky Gerung turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai.
Tak hanya memberikan pandangan, Rocky bahkan ikut terlibat dalam proses pemadaman bersama tim gabungan di lapangan pada Jumat (27/3/2026).
Di sela kegiatan tersebut, Rocky menilai langkah cepat aparat menjadi faktor krusial dalam memutus siklus karhutla yang kerap berulang setiap tahun, khususnya saat memasuki periode panas ekstrem.
“Seratus hari ke depan adalah fase akhir El Nino, artinya suhu akan meningkat. Saya melihat ada inisiatif yang baik karena aparat bergerak lebih awal,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknis semata, seperti water bombing atau modifikasi cuaca.
Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penentu utama.
“Teknologi bisa membantu, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga relasi dengan alam. Jika itu diabaikan, maka kebakaran akan terus berulang,” tegasnya.
Berdasarkan data terbaru, di wilayah Dumai masih terdeteksi 11 titik panas (hotspot), masing-masing 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan status kategori sedang.
Total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan tren yang mulai membaik. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai puluhan kini berangsur menurun secara signifikan berkat upaya pemadaman intensif yang dilakukan secara terpadu.
Kehadiran Rocky Gerung bersama aparat di lokasi kebakaran menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Dengan sinergi lintas sektor serta respons cepat di lapangan, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di Riau dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas.





