INGATLAH – Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menghadapi tantangan serius menjelang laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 kontra Persebaya Surabaya.
Sejumlah pemain dilaporkan mengalami flu dan demam akibat jadwal padat serta mobilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2/2026) pukul 20.30 WIB atau 21.30 Wita.
Menurut Tomas, faktor perjalanan jauh dan frekuensi perpindahan hotel menjadi variabel yang memengaruhi kondisi fisik tim.
“Karena jadwal padat, perjalanan jauh, dan sering berpindah hotel, beberapa pemain terkena flu atau demam. Tantangan pendingin ruangan (AC) juga ikut memengaruhi,” ujarnya dalam sesi prematch press conference, Selasa (24/2/2026).
Meski demikian, Tomas memastikan situasi masih terkendali. Ia mengapresiasi respons cepat tim medis yang langsung melakukan langkah pemulihan intensif.
“Tim medis kami bekerja keras. Saya yakin 99 persen pemain akan tersedia. Ini kesempatan bagi kami untuk mengubah keadaan,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan manajerial berbasis solusi. Di tengah tekanan fisik dan jadwal kompetisi yang ketat, stabilitas internal dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi kunci.
Selain persoalan kebugaran, PSM juga kehilangan Victor Luiz akibat kartu merah. Bek asal Brasil tersebut harus absen dalam laga penting ini.
Tomas menilai situasi tersebut sebagai konsekuensi dari intensitas kompetisi.
“Ini bagian dari risiko jadwal padat dan tensi tinggi pertandingan,” ujarnya.
Namun, ia memastikan skema pengganti sudah dipersiapkan untuk menjaga keseimbangan tim di lini pertahanan.
Secara performa, PSM sebelumnya menunjukkan permainan yang kompetitif saat menghadapi Persija, meski hasil akhir belum berpihak.
Tomas menegaskan timnya harus mampu mengambil sisi positif dari laga tersebut dan meningkatkan efektivitas di pertandingan berikutnya.
“Kami sempat bermain bagus melawan Persija, tetapi hasilnya belum maksimal. Kami ingin mengambil hal positif dan tampil lebih baik lagi,” katanya.
Duel klasik di GBT akan menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus mental bagi skuad Juku Eja.
Dalam konteks kompetisi yang semakin ketat, konsistensi performa dan kesiapan menghadapi tekanan menjadi faktor penentu dalam perebutan poin di Surabaya.





