INGATLAH – PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Padang Seksi Padang-Sicincin.
Langkah ini diambil sehubungan dengan dimulainya pekerjaan pemasangan balok jembatan (erection girder) pada proyek pembangunan Interchange Lubuk Alung di KM 18+998.
Rekayasa lalu lintas dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran konstruksi, Hutama Karya telah menyiapkan dua skema pengaturan arus:
-
Pengguna dari GT Padang menuju GT Kapalo Hilalang: Diberlakukan jalur detour (pengalihan jalur sementara) di sisi jalan eksisting pada KM 18+998.
-
Pengguna dari GT Kapalo Hilalang menuju GT Padang: Arus lalu lintas dialihkan keluar menuju Jalan Nasional.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk memastikan proses ini berjalan aman.
“Rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung serta mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi di lapangan. Kami berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumbar, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN Sumbar Kementerian PU, serta Dishub Provinsi Sumbar,” jelas Mardiansyah.
Jalur detour yang disiapkan telah dilengkapi dengan berbagai perangkat keselamatan, mulai dari marka jalan, rambu-rambu, hingga penerangan yang memadai.
Hutama Karya juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Mardiansyah turut menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang mungkin terjadi.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambahnya.
Sebagai informasi, Tol Padang–Sicincin sepanjang 36 km ini telah beroperasi sejak 28 Mei 2025. Pembangunan Interchange Lubuk Alung diproyeksikan akan memperkuat aksesibilitas di Sumatera Barat.
Kehadiran tol ini terbukti mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan, dari semula 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi hanya sekitar 30 menit. (*)





