INGATLAH.COM – Berdasarkan data Polda Riau, sejak Januari hingga November 2025 telah terjadi 2.131 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 446 orang meninggal dunia.
Data itu diungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lancang Kuning 2025 di Mapolda Riau, Senin (17/11/2025).
“Selain itu, 2.098 pengendara mengalami luka berat, dan 890 orang lainnya menderita luka ringan,” katanya.
Irjen Herry juga mengatakan bahwa 80 persen kecelakaan terjadi kerena kelalaian manusia, 15 persen akibat kendaraan dan 5 persen akibat faktor alam dan lainnya.
“Hari ini kita menciptakan momen penting untuk membangun kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan civitas akademika demi meningkatkan kesadaran kolektif dalam berlalu lintas,” ujar Irjen Herry.
Kapolda Riau juga menekankan pentingnya peran media dalam memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Menurutnya, publik perlu terus diingatkan agar patuh terhadap aturan dan menjaga keselamatan di jalan.
“Teman-teman media, tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa kita harus berubah untuk menciptakan Kamseltibcar Lantas selama Operasi Zebra LK 2025,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Herry menyoroti persoalan Over Dimension Over Load (ODOL) yang hingga kini masih marak di Riau.
Ia menilai truk ODOL bukan hanya memicu kecelakaan lalu lintas, namun juga mempercepat kerusakan jalan.
“ODOL ini masalah utama kita. Apalagi kendaraan yang pajaknya dibayar di luar daerah, tapi kerusakan jalannya ada di sini,” ujarnya. Ia memastikan bahwa pengawasan dan patroli terhadap truk-truk ODOL akan diperketat.
Sebagai bentuk kepedulian, Polda Riau menyerahkan helm keselamatan kepada pelajar OSIS dan pengemudi ojek online.
Selain itu, polisi juga memberikan kursi roda dan tongkat kepada sejumlah korban kecelakaan lalu lintas.
Operasi Zebra LK 2025 yang berlangsung 17 – 30 November 2025 ini merupakan operasi kemanusiaan untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Fokus operasi meliputi penegakan hukum, edukasi keselamatan, serta peningkatan kesadaran pengendara di jalan raya.
Dengan meningkatnya arus kendaraan pada akhir tahun, masyarakat diimbau untuk tetap tertib, waspada, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.





