Berita

Hari Keenam Pencarian, Korban Hanyut di Batang Pasaman Belum Ditemukan

×

Hari Keenam Pencarian, Korban Hanyut di Batang Pasaman Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Masyarakat menggotong tandu korban Aldi (25) warga limau puruik, Kecamatan Kinali dan korban Eman (35) warga Rao, masih dalam pencaharian. (arafat)
Masyarakat menggotong tandu korban Aldi (25) warga limau puruik, Kecamatan Kinali dan korban Eman (35) warga Rao, masih dalam pencaharian. (arafat)

INGATLAH – Memasuki hari keenam pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan Eman (35), warga Rao, yang hilang terseret arus deras Sungai Batang Pasaman sejak Kamis (14/8).

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan pencarian kini diperluas hingga ke wilayah muara sungai. Dua perahu karet dan satu unit perahu bermesin tempel dikerahkan untuk menyisir aliran sungai yang deras dan area muara yang cukup luas.

“Panjang sungai ini menjadi kendala utama. Arusnya deras dan bisa membawa korban jauh dari lokasi awal kejadian. Karena itu pencarian kami perluas,” ujar Novi, Rabu (20/8).

Baca Juga  Bocah 6 Tahun Terpeleset Saat Memancing, Hanyut di Sungai Batang Lapu

Selain lewat jalur air, tim juga menambah personel di darat. Mereka menyisir pinggir aliran sungai, tumpukan kayu, hingga timbunan pasir dengan peralatan manual. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan korban terjebak di titik-titik sulit.

Satu unit drone termal turut dikerahkan guna mencari tanda-tanda keberadaan korban di area yang tertutup material banjir berupa kayu maupun batu besar.

Sebelumnya, Aldi (25), warga Limau Puruik, Kecamatan Kinali, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (17/8) setelah terseret arus di lokasi yang sama.

Baca Juga  Persija Fokus Pertahankan Tren Positif Saat Hadapi Persis di Solo

Menurut Novi, medan pencarian sangat menantang karena debit air kerap berubah akibat hujan deras. Namun, semangat tim SAR gabungan—yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat—tidak surut.

“Kami berharap korban segera ditemukan agar keluarga tidak lagi menunggu dalam kecemasan. Pencarian akan terus dilakukan sampai korban berhasil ditemukan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum juga ditemukan. Tim gabungan terus bekerja siang dan malam, menelusuri sepanjang aliran Batang Pasaman dengan dukungan doa dari masyarakat.