Berita

Semangat Wirausaha Dion dan Zio, Jajakan Sala Lauak Usai Sekolah di Padang Panjang

×

Semangat Wirausaha Dion dan Zio, Jajakan Sala Lauak Usai Sekolah di Padang Panjang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Semangat wirausaha sejak dini ditunjukkan oleh dua sahabat, Dion dan Zio, siswa kelas VI SD Negeri 15 Padang Panjang Timur.

Di sela waktu luang dan sepulang sekolah, keduanya berkeliling menjajakan Sala Lauak untuk mendapatkan uang jajan sekaligus membantu orang tua.

Dion Harlen memulai aktivitas berjualannya setiap pukul 13.00 WIB. Ia menjajakan dagangan dari Kelurahan Balai-Balai, Bancalaweh, hingga Tanah Hitam.

Suaranya yang lantang menawarkan “Iyooo… Sala Lauak!” kerap memanggil perhatian warga.

“Setiap hari saya bisa menjual sekitar 600 butir Sala Lauak seharga Rp500 per butir. Hasil penjualan diserahkan ke Ante Vera, pemilik usaha. Saya biasa diberi upah sekitar Rp65.000, kadang lebih,” kata Dion saat ditemui Ahad (20/4/2025).

Baca Juga  Jelang Ramadan, Permintaan Daging dan Bumbu Rendang Meningkat di Pasar Pusat Padang Panjang

Dion mengaku hanya menggunakan sebagian kecil uangnya untuk membeli jajanan dan kebutuhan harian. Selebihnya, ia serahkan kepada orang tuanya untuk ditabung atau membeli beras.

Tak hanya saat pulang sekolah, saat hari libur Dion juga menjual kue Pinukuik sejak pagi hari. Siangnya, ia lanjut berjualan Sala Lauak.

“Jualan lebih enak daripada banyak main. Kita dapat uang dan bisa bantu orang tua,” ungkapnya.

Melihat semangat Dion, sahabatnya Zio pun ikut tergerak. Ia mulai ikut berjualan setiap sore, menggantikan Dion setelah pukul 16.00 WIB. Lokasi jualannya berbeda, yakni di sekitar Bukit Surungan, Pasar Usang, dan Pasar Pusat Padang Panjang.

Baca Juga  Jaga Data Pemilih Lebih Akurat, KPU Gelar PDPB Serentak

“Saya diajak Dion dan sekarang ikut jualan juga. Uang jajan jadi lebih banyak, dan saya bisa beli apa yang saya mau dari hasil sendiri,” kata Zio.

Meski harus berjualan di bawah hujan, keduanya tetap semangat dan tak jarang dagangan mereka habis terjual sebelum waktu maghrib.

“Kami senang bisa bantu orang tua dan bisa nabung dari hasil jualan sendiri,” tutup Zio.

Semangat Dion dan Zio menjadi contoh inspiratif bagi anak-anak seusia mereka, tentang arti kerja keras, kemandirian, dan kepedulian terhadap keluarga. (*)