Berita

Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia Gelar Pembukaan Amaliyatu At-Tadris Santriwati Akhir KMI

×

Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia Gelar Pembukaan Amaliyatu At-Tadris Santriwati Akhir KMI

Sebarkan artikel ini

 

AGAM – Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia resmi membuka Amaliyatu At-Tadris bagi santriwati akhir Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) pada Rabu (29/01/2025).

Acara pembukaan dihadiri oleh Direktur Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, para asatiz dan ustazat, serta seluruh santriwati.

Amaliyatu At-Tadris merupakan program pelatihan mengajar yang bertujuan mempersiapkan santriwati akhir KMI menjadi pendidik berkualitas, memiliki keterampilan mengajar yang efektif, serta memahami metode pembelajaran yang baik.

Dalam sambutannya, Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustadz Nashran menekankan pentingnya pendidikan di Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia.

“Beruntunglah mereka yang mendapatkan kesempatan belajar di pondok pesantren ini. Di sini, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga disiplin, kemandirian, serta kemampuan berbahasa Arab dan Inggris. Semua ini adalah bekal berharga untuk kehidupan mereka ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga  Persis Rekrut Mantan Pemain Timnas Belanda U17

Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan berada di lingkungan pesantren harus disertai dengan niat dan akhlak yang baik.

“Sungguh merugi bagi seseorang yang menutup hidupnya di tempat seperti pesantren ini dengan Su’ul Khatimah, karena itu berarti kehilangan segalanya,” tambahnya.

Acara pembukaan Amaliyatu At-Tadris diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Direktur Pondok Pesantren, dan ditutup dengan doa.

Program Amaliyatu At-Tadris sendiri akan berlangsung selama 12 hari, mulai 1 Februari hingga 12 Februari 2025.

Selama periode ini, santriwati akhir akan mendapat kesempatan menjadi guru bagi kelas Tsanawiyah.

Setiap santriwati diberikan satu kali kesempatan mengajar dengan durasi satu jam pelajaran, di mana mereka diharapkan dapat menunjukkan keterampilan pedagogik yang telah dipelajari.

Baca Juga  Polres Inhil Bongkar Jaringan Narkoba, Tiga Tersangka Ditangkap

Selain praktik mengajar, program ini juga mencakup berbagai kegiatan pendukung, seperti pelatihan metodologi pengajaran, diskusi kelompok, serta evaluasi hasil belajar.

Dengan demikian, santriwati akhir tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga pemahaman mendalam tentang cara mendidik yang efektif.

Menutup acara, Ustadz Nashran mengingatkan pentingnya perencanaan dalam setiap aspek kehidupan, terutama bagi mereka yang bercita-cita menjadi pendidik.

“Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa seorang guru harus terus belajar, memiliki bekal yang cukup, serta melakukan persiapan matang sebelum mengajar.

Dengan adanya Amaliyatu At-Tadris, Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia berharap santriwati akhir siap menjadi pendidik yang berkualitas, tidak hanya dalam keilmuan tetapi juga dalam membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia.