INGATLAH.COM – Kota Pariaman, Sumatera Barat, mencatat sejarah baru dengan meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dinikmati oleh sekitar 3.500 siswa mulai Senin (6/1/2025).
Program ini merupakan terobosan untuk memastikan para siswa mendapatkan asupan gizi yang baik selama kegiatan belajar.
Sasaran program mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Masremfi Noor, mengungkapkan bahwa total sasaran awal meliputi satu TK, 13 SD Negeri, satu SMP Negeri, dan satu SMA Negeri di kota tersebut.
Program makan bergizi ini disebut-sebut sebagai yang pertama di Sumatera Barat, dengan pelaksanaannya berdasarkan rekomendasi badan gizi nasional.
“Program ini dikelola oleh vendor yang ditunjuk pusat dan berkoordinasi langsung dengan kami,” kata Masremfi.
Selama lima tahun mendatang, program ini direncanakan akan diperluas secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.
Di Kota Pariaman sendiri, program ini dijadwalkan berlangsung setiap hari saat jam istirahat kedua atau menjelang makan siang.
Distribusi Bekal Makan Bergizi
Pada peluncuran hari pertama, bekal makan siang mulai dikirim ke beberapa sekolah oleh vendor yang ditunjuk.
Di SDN 17 Kampung Baru, misalnya, sebanyak 298 porsi makanan sudah diterima di ruang guru untuk dibagikan kepada siswa pada waktu yang telah ditentukan.
Dalam pembagiannya, makanan ini dikemas dalam box plastik berwarna coklat dengan tutup transparan.
Isi makanan mencakup nasi putih, sayur rebus seperti wortel, sawi, dan buncis, ditambah satu potong ayam, telur goreng, serta buah pisang yang dikemas terpisah.
“Sekitar pukul 11.00 WIB, seluruh makanan diharapkan sudah tiba di sekolah-sekolah yang ditunjuk agar bisa segera dibagikan kepada siswa,” tambah Masremfi.
Dengan hadirnya program ini, Kota Pariaman berupaya menjadi pelopor dalam meningkatkan gizi siswa di Sumatera Barat, sekaligus memberikan teladan bagi daerah lain di Indonesia. (*)





