INGATLAH.COM – Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau hingga dini hari.
Di sisi lain, kondisi udara di sejumlah daerah masih berpotensi kabur akibat asap.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan hujan diprakirakan turun secara sporadis mulai siang hingga malam hari.
Beberapa wilayah yang berpeluang diguyur hujan di antaranya Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Siak dan Kepulauan Meranti.
“Memasuki siang hingga sore, udara berpotensi mengalami kekaburan akibat asap. Pada periode tersebut, hujan ringan yang terjadi secara sporadis diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Siak dan Kepulauan Meranti,” ujar Mari, Selasa (6/10/2026).
Potensi hujan masih berlanjut pada malam hari, terutama di sebagian wilayah Kampar dan Siak.
Sementara kondisi udara secara umum diprakirakan berawan dengan potensi kembali kabur akibat asap.
Memasuki dini hari, hujan berpeluang meningkat dengan intensitas ringan hingga sedang di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Kampar dan Siak.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk lima wilayah tersebut.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada malam hingga dini hari.
“BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk lima wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Kampar dan Siak pada malam hingga dini hari,” katanya.
Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 45-90 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah.
Sementara itu, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB mencatat terdapat delapan titik panas di Riau.
Sebarannya yakni satu titik di Dumai, dua titik di Kuantan Singingi, dua titik di Pelalawan, satu titik di Siak dan dua titik di Indragiri Hulu.
Di wilayah Sumatera secara keseluruhan, terpantau 3.142 hotspot. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.511 titik, kemudian Jambi 207 titik, Bangka Belitung 261 titik dan Lampung 140 titik.
Hotspot juga terpantau di Aceh satu titik, Sumatera Utara lima titik, Sumatera Barat lima titik dan Bengkulu empat titik.
BMKG mengingatkan hotspot merupakan indikator titik panas yang terdeteksi melalui satelit dan tidak serta-merta menunjukkan lokasi maupun luasan kebakaran.
Kondisi asap di suatu daerah juga dapat dipengaruhi oleh arah angin dan kondisi atmosfer.
Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama warga yang berada di wilayah dengan kondisi asap tebal serta daerah yang masuk dalam peringatan dini cuaca.





