RiauPekanbaru

Pangdam Tuanku Tambusai Buka Turnamen Domino Orado, Peserta Adu Strategi di HUT TNI ke-81

×

Pangdam Tuanku Tambusai Buka Turnamen Domino Orado, Peserta Adu Strategi di HUT TNI ke-81

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Aula KH Ruddin Nasution Pekanbaru mendadak dipenuhi para penggemar permainan Orado, Minggu (27/9/2026). Sebanyak 1.300 lebih peserta dari berbagai wilayah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai ikut ambil bagian dalam Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI.

Turnamen tersebut digelar serentak di 101 wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor pertandingan Orado dengan peserta serta lokasi terbanyak. Di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, kegiatan berlangsung di sejumlah Kodim di Riau dan satu lokasi di Batam.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP mengatakan, pelaksanaan turnamen di wilayahnya tersebar di enam lokasi Riau dan satu lokasi Batam. Seluruh pembukaan kegiatan tersebut terkoneksi dalam rangkaian turnamen serentak nasional.

Baca Juga  RUPS PT BSP Tetapkan Robi Junipa sebagai Direktur Baru, Perkuat Kinerja Perseroan

“Pertandingan Orado ini dilaksanakan secara serentak dan menjadi bagian dari pemecahan rekor pertandingan terbanyak di 101 wilayah seluruh Indonesia,” ujar Pangdam kepada wartawan di sela kegiatan, Minggu (27/9/2026).

Jumlah peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Orado. Kodim 0322/Siak mengikutsertakan 64 tim, Kodim 0321/Rokan Hilir 128 tim, Kodim 0313/Kampar 64 tim, Kodim 0303/Bengkalis 128 tim, Kodim 0316/Batam 64 tim dan Kodim 0320/Dumai 64 tim. Sementara Kodim 0301/Pekanbaru menjadi salah satu lokasi pusat pelaksanaan.

“Animonya luar biasa. Kalau tidak kita hentikan, pesertanya masih akan terus bertambah. Ini menunjukkan Orado merupakan permainan yang cukup mengakar di masyarakat dan banyak yang ingin ikut,” katanya.

Besarnya minat tersebut membuat panitia harus membatasi jumlah peserta sesuai kapasitas lokasi. Pangdam menegaskan pembatasan itu bukan karena masyarakat tidak diperbolehkan mengikuti turnamen, melainkan untuk menyesuaikan daya tampung tempat dan kemampuan teknis penyelenggara.

Baca Juga  Dari Patroli di Tengah Banjir, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Bantu Warga Sri Meranti

Di sisi lain, Pangdam melihat Orado mempunyai manfaat yang lebih luas. Permainan ini membutuhkan daya ingat, kemampuan berhitung, strategi, kecepatan berpikir dan ketepatan mengambil keputusan. Menurutnya, aspek tersebut membuat Orado layak diperkenalkan kepada kalangan junior.

“Ini sebetulnya bagus juga untuk anak-anak. Mereka dituntut untuk berhitung, berpikir, mengingat, menyusun strategi dan mengambil keputusan dengan cepat,” tuturnya.

Turnamen Piala Panglima TNI ini juga menjadi momentum memperluas komunitas Orado di Riau. Pangdam berharap para juara dapat dihimpun dan dikembangkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional. Kegiatan turut dihadiri PJU Kodam XIX/Tuanku Tambusai, PJU Lanal Dumai, PJU Lanud RSN, stakeholder terkait serta masyarakat.