INGATLAH – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman sejak Senin (3/8/2026) pukul 10.00 WIB hingga malam hari memicu sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Tanah longsor, jalan terban, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga dilaporkan terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, bencana longsor terjadi di tiga kecamatan yang mencakup empat nagari.
Di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, material longsor menutup badan jalan sehingga akses menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago terputus.
Hingga kini, pembersihan material masih membutuhkan alat berat.
Longsor juga menutup ruas jalan di Korong Simpang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menuju Nagari Limau Puruik.
Sementara itu, di Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, material longsor menutupi badan jalan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Selain longsor, kerusakan juga terjadi di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aua Malintang.
Badan jalan di lokasi tersebut dilaporkan terban sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter.
Akibat kerusakan itu, akses kendaraan bermotor tidak dapat dilalui. BPBD menyebut diperlukan pembangunan trase jalan baru agar jalur transportasi dapat kembali difungsikan.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Sedikitnya dua rumah mengalami kerusakan, masing-masing berada di Korong Kabun Campago, Nagari Lurah Ampalu, serta Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Sementara di Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, angin kencang menerbangkan atap salah satu rumah warga.
Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan longsor dan di sekitar daerah aliran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan selama cuaca ekstrem masih berlangsung,” kata Emri Nurman.





