Berita

Hujan Sebulan Picu Longsor Masif di Kawasan Ngarai Sianok Agam

×

Hujan Sebulan Picu Longsor Masif di Kawasan Ngarai Sianok Agam

Sebarkan artikel ini
Tebing Ngarai Sianok di Kabupaten Agam longsor sedari cuaca ekstrem melanda. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Intensitas hujan yang tinggi selama satu bulan terakhir mengakibatkan rentetan longsor di sejumlah titik tebing Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Kerusakan tebing yang paling masif terpantau terjadi di wilayah Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarajo, Kecamatan IV Koto, pada Kamis (1/1/2026) lalu.

Longsoran ini dilaporkan memiliki bentang sebaran hingga mencapai sekitar lima kilometer di sepanjang kawasan tersebut.

Wali Jorong Guguak Tinggi, Dasman mengonfirmasi bahwa rentetan kejadian ini mencapai puncaknya pada Kamis lalu setelah wilayah tersebut diguyur hujan terus-menerus.

Baca Juga  Koto Gadang Agam Head-to-Head di 30 Besar Wonderful Indonesia Award 2025

“Peristiwa longsor ini dipicu hujan yang cukup intens dalam sebulan terakhir. Beberapa waktu terakhir longsor cukup sering terjadi di beberapa titik,” ungkap Dasman, Sabtu (3/1/2026).

Beruntung, titik longsoran berada di lokasi yang relatif aman dari pusat hunian penduduk. Dasman menjelaskan bahwa lokasi tebing yang ambrol berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah warga.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka pada kejadian longsor tersebut,” lanjutnya.

Langkah Mitigasi dan Koordinasi

Mengingat jaraknya yang cukup jauh dari permukiman, otoritas setempat memastikan tidak ada instruksi untuk mengungsi atau mengevakuasi penduduk.

Baca Juga  Agam Darurat Bencana, Longsor di Palembayan Timbun Dua Rumah dan Akses Jalan Vital

Saat ini, pihak jorong fokus pada koordinasi dengan instansi terkait guna memantau stabilitas tebing di kawasan ikonik tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Dasman memberikan peringatan keras kepada warganya, khususnya para petani yang sering beraktivitas di zona tersebut.

“Kami juga mengingatkan warga, terutama yang bertani atau berkebun di sekitar tebing, agar tidak mendekati bibir ngarai dan tetap meningkatkan kewaspadaan,” tutup Dasman. (*)