INGATLAH – Pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Telkomsel bergerak cepat mengembalikan denyut nadi komunikasi masyarakat.
Hingga saat ini, operator seluler tersebut memastikan infrastruktur jaringan seluler maupun layanan fixed broadband IndiHome telah beroperasi normal kembali dengan tingkat pemulihan mencapai 99 persen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari gerak cepat tim teknis di lapangan yang berupaya menjaga konektivitas tetap stabil meski di tengah kondisi darurat.
Meski angka pemulihan hampir sempurna, proses di lapangan nyatanya tidak mudah. Tim infrastruktur Telkomsel harus berhadapan dengan akses jalan yang terputus serta kebijakan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di beberapa wilayah terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, Telkomsel telah mengoperasikan sedikitnya 43 unit genset untuk menyuplai daya cadangan pada menara pemancar (BTS).
Menariknya, untuk wilayah yang benar-benar masih terisolasi secara fisik, Telkomsel mengerahkan teknologi satelit.
“Tantangan yang ada kami respon dengan langkah strategis, termasuk penambahan genset dan perangkat satelit di empat titik terisolasi, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak,” ujar GM Region Network Operations Sumbagteng Telkomsel, Agus Sugiarto.
Agus Sugiarto menegaskan bahwa keandalan layanan di masa krisis adalah prioritas utama perusahaan.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah yang membantu percepatan pemulihan infrastruktur.
“Telkomsel berkomitmen untuk menghadirkan layanan komunikasi yang andal bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mempercepat pemulihan ini,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Telkomsel berupaya membuktikan perannya bukan sekadar penyedia jasa, melainkan mitra strategis masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan pasca-bencana melalui solusi komunikasi yang inovatif. (*)





