Berita

Dijanjikan Langsung Kerja, Korban Loker di Basko City Mall Dimintai Uang hingga Rp4 Juta

×

Dijanjikan Langsung Kerja, Korban Loker di Basko City Mall Dimintai Uang hingga Rp4 Juta

Sebarkan artikel ini
Salah seorang korban penipuan loker di Basko City Mall, Afdal Kurniawan. (Foto: Ingatlah.com)

INGATLAH – Harapan ratusan pencari kerja di Kota Padang untuk memperoleh pekerjaan justru berakhir pahit.

Mereka menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen karyawan di sebuah pusat perbelanjaan baru, Basko City Mall.

Salah satu korban, Afdal Kurniawan, menceritakan bahwa ia tergiur tawaran menjadi satpam di mal tersebut.

“Saya dijanjikan posisi kerja karena katanya mal sedang buka baru, jadi pasti butuh karyawan,” tutur Afdal, Senin (16/6) dini hari.

Namun untuk mendapatkan posisi pekerjaan itu, ia diminta membayar Rp650 ribu. Belakangan ia mengetahui bahwa teman-temannya yang juga menjadi korban ditarik biaya jauh lebih besar, bahkan hingga Rp4 juta.

“Di grup kami, jumlah korban ada sekitar 200 orang,” ungkapnya.

Baca Juga  Hari Pertama Usai Lebaran, Mal Pelayanan Publik Padang Diserbu Warga

Afdal menjelaskan, informasi mengenai lowongan itu ia dapat dari kenalan orang tuanya. Ia sempat mengikuti empat kali pertemuan di tempat berbeda sebelum menyadari bahwa semua itu hanyalah modus dari penipuan.

Hal serupa dialami Selvi, korban asal Pesisir Selatan. Ia mengaku mendapat info dari temannya dan dijanjikan bisa langsung mulai bekerja.

“istimnya kayak pakai orang dalam. Bayarannya beda-beda tergantung posisi. Ada yang dijanjikan SPG, admin, gudang, hingga satpam,” jelas Selvi.

Ia sendiri mengaku telah membayar Rp800 ribu untuk posisi di bagian gudang tersebut. Selvi memperkirakan jumlah korban bisa mencapai 500 orang.

Sebelumnya, Kanit SPKT Polresta Padang, IPDA Wahyu, menyampaikan bahwa pelaku memanfaatkan antusiasme para pencari kerja dengan menawarkan posisi tanpa melalui proses seleksi.

Baca Juga  Wings Air Buka Rute Padang-Mentawai, Akses Wisata Kini Lebih Mudah

“Mereka tidak diwawancarai, tidak dites, hanya diminta membayar sejumlah uang untuk alasan pelatihan, seragam, dan pembuatan ID card,” jelas Wahyu.

Menurutnya, model penipuan semacam ini memanfaatkan ketidaktahuan dan keinginan kuat korban untuk segera bekerja.

“Ini menjadi cara licik untuk mengeruk keuntungan dari mereka yang sedang kesulitan ekonomi,” tegasnya.

Pihak Polresta Padang kini tengah mengusut laporan yang masuk dan memastikan akan menindak tegas pelaku.

“Laporan telah kami terima dan kasus ini akan kami proses sampai pelaku diadili sesuai hukum,” ujar IPDA Wahyu. (*)