BeritaSerbaneka

BMKG: Gempa Kembar di Sumbar Terkait Aktivitas Patahan Besar Sumatera

×

BMKG: Gempa Kembar di Sumbar Terkait Aktivitas Patahan Besar Sumatera

Sebarkan artikel ini

INGATLAH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa rangkaian gempa yang terjadi belakangan ini di Sumatera Barat merupakan bagian dari aktivitas Patahan Besar Sumatera dengan pola gempa kembar.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa karakteristik gempa yang terjadi terindikasi sebagai gempa kembar, seperti yang tercatat pada peristiwa di wilayah Solok baru-baru ini.

“Aktivitas Patahan Besar Sumatera ini kita perhatikan karakteristik gempanya itu kembar,” ujar Suaidi saat ditemui di Padang, Sabtu (12/4).

Ia menyebut, segmen Sumani dan Sianok berperan dalam aktivitas gempa di Solok. Gempa kembar seperti ini, lanjutnya, bukanlah fenomena baru. Catatan BMKG menunjukkan kejadian serupa juga pernah tercatat pada tahun 1926, 1943, dan 2007.

Baca Juga  INFO LOKER 2024, PT Hayati Pratama Mandiri, Penempatan di Berbagai Cabang Sumbar

Dengan adanya potensi ini, Suaidi mengingatkan pentingnya masyarakat Ranah Minang untuk mengenali potensi ancaman gempa sejak dini, agar bisa menyiapkan langkah mitigasi.

“Harapan kita, dengan masyarakat sudah mengetahui potensi gempa maka mereka bisa menyiapkan langkah mitigasi,” katanya.

BMKG juga memberi peringatan akan risiko lanjutan dari aktivitas patahan, salah satunya adalah potensi longsor, terutama di daerah perbukitan yang rentan, terlebih saat terjadi gempa setelah hujan.

“Gempa yang terjadi memang skala kecil dan tidak signifikan dirasakan masyarakat, tapi ketika terjadi gempa dan sebelumnya hujan maka ada potensi longsor,” jelasnya.

Baca Juga  Adik Jadi WNI, Tijjani Reijnders Bagikan Euforia Perpindahan Kewarganegaraan Eliano

Dari sisi iklim, Provinsi Sumatera Barat termasuk dalam wilayah bertipe ekuatorial yang mengalami dua puncak musim hujan setiap tahun, yakni pada bulan Maret dan November. Hal ini turut memperkuat risiko bencana ikutan seperti longsor.

Lebih lanjut, Suaidi menyebut ada tiga sumber utama gempa bumi di wilayah Sumbar, yakni Patahan Besar Sumatera, Patahan Megathrust, dan Zona Subduksi. Ketiga sumber ini menjadi faktor penting dalam analisis kebencanaan di wilayah tersebut. (*)