INGATLAH.COM – BMKG Pekanbaru kembali melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah titik panas di wilayah Sumatera pada Minggu (28/7/2024) sore.
Tercatat sebanyak 218 titik panas tersebar di berbagai wilayah di pulau Sumatera, mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang cukup serius.
Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, dengan total 73 titik panas tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Bengkalis 2 titik, Kepulauan Meranti 5 titik, Kampar 3 titik, Pelalawan 2 titik, Rokan Hulu 3 titik, Rokan Hilir 48 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Indragiri Hulu 4 titik dan Pekanbaru 2 titik,” terang Prakirawan BMKG, Elisa.
Untuk provinsi di wilayah Sumatera yaitu, Bengkulu 1 titik, Jambi 16 titik, Lampung 2 titik, Sumatera Barat 10 titik, Sumatera Selatan 15 titik, Sumatera Utara 67 titik dan Bangka Belitung 34 titik.
Kondisi ini tentunya mengkhawatirkan mengingat dampak kebakaran hutan yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, dan merugikan perekonomian.
Selain Riau, provinsi-provinsi lain di Sumatera juga mengalami peningkatan jumlah titik panas.
Sumatera Utara mencatat jumlah tertinggi kedua dengan 67 titik panas, disusul oleh Bangka Belitung dengan 34 titik panas.
Prakirawan BMKG, Deby, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Riau pada siang hingga sore hari cenderung cerah berawan dengan suhu udara mencapai 34 derajat Celsius.
“Cuaca panas dan kering seperti ini sangat berpotensi memicu dan mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran,” ungkapnya.(*)





