INGATLAH – Yota Balad meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pembelian kebutuhan bahan pokok dari pedagang di wilayah Kota Pariaman.
Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan dapur SPPG.
Arahan tersebut disampaikan Yota saat menerima audiensi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Pariaman, Nur Inggrid, bersama para kepala SPPG di ruang kerjanya, Rabu (25/2). Pertemuan itu turut dihadiri Asisten II Setdako Pariaman, Nazifah.
Menurut Yota, keberadaan dapur SPPG tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Kita menginginkan kebutuhan bahan pokok SPPG dibeli di sekitar Kota Pariaman. Jika ada bahan yang sulit didapatkan, Pemko melalui dinas terkait siap menjadi pemasok agar kebutuhan dapur tetap tercukupi,” ujarnya.
Saat ini terdapat empat dapur SPPG di Kota Pariaman yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
Program nasional ini dicanangkan oleh Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pelajar.
Empat dapur tersebut berlokasi di Kelurahan Alai Galombang (Kecamatan Pariaman Tengah), serta Desa Kajai dan Desa Koto Marapak (Kecamatan Pariaman Timur).
Tiga dapur di antaranya juga melayani kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Koordinator Wilayah BGN Kota Pariaman, Nur Inggrid, menjelaskan bahwa selama ini pasokan kebutuhan dapur masih berasal dari dalam dan luar daerah, terutama komoditas sayuran.
Melalui koordinasi bersama pemerintah kota, diharapkan ke depan kebutuhan tersebut bisa lebih banyak disuplai dari pedagang lokal.
Pemko Pariaman juga akan melakukan pemetaan kebutuhan masing-masing dapur.
Untuk komoditas beras, misalnya, Yota menyebut akan menginstruksikan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman agar menjadi pemasok tetap bagi dapur SPPG yang telah beroperasi.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk integrasi kebijakan antara program gizi nasional dan penguatan ekonomi daerah.
Sementara itu, selama bulan Ramadan, menu MBG disesuaikan menjadi makanan kering.
Meski demikian, komposisi gizi tetap diperhatikan dengan kandungan protein nabati, protein hewani, buah, serta kurma untuk memenuhi kebutuhan harian penerima manfaat.
Kolaborasi antara Pemko Pariaman dan BGN ini diharapkan tidak hanya menjamin ketahanan pasokan dapur SPPG, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal secara berkelanjutan.





