INGATLAH.COM – Korban pembacokan di Kampus UIN Suska Riau ternyata mahasiswi semester 8 Jurusan hukum.
Hal itu dikonfirmasi Herwansyah selaku paman korban kepada ingatlah.com di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
“Tadi dia berangkap pagi karena ada jadwal sempro. Namun, tadi saya terima kabar dia dibacok,” katanya.
Lebihlanjut, Herwansyah mengatakan korban bernama Farradila Ayu Pramesti dan telah 4 tahun tinggal di rumahnya.
“Komunikasi terakhir dengan polisi akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru. Saat ini kita masih menunggu,” katanya.
Irwansya juga menjelaskan bahwa orang tua korban di Tanjung Pinang telah mengetahui kejadian tersebut dan hari ini langsung ke Pekanbaru.
Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan insiden mencekam terjadi di lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau pada pukul 07.30 Wib.
Peristiwa berdarah itu sontak menggegerkan civitas akademika dan mahasiswa yang tengah memulai aktivitas perkuliahan.
Insiden terjadi di area kampus dan dengan cepat menjadi perhatian banyak pihak.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa penanganan perkara kini berada di bawah kewenangan Polsek Binawidya.
“Kasusnya saat ini ditangani Polsek Binawidya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan informasi awal, aksi pembacokan berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan kampus.
“Benar, kejadiannya di kampus sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini anggota masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” ungkapnya.
Petugas kepolisian langsung memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi serta mempermudah proses penyelidikan. Sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian turut dimintai keterangan guna mengungkap kronologi dan motif pelaku.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun korban mengalami luka akibat senjata tajam dan segera dilarikan ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Hingga kini, motif di balik aksi pembacokan itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Situasi kampus yang sempat tegang perlahan kembali kondusif setelah aparat melakukan pengamanan di lokasi.
“Kami masih melakukan olah TKP dan pendalaman. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” tutup Iptu Santo.





