INGATLAH.COM – Jumlah penduduk miskin di Kota Sawahlunto mengalami kenaikan pada 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin naik menjadi 2,77 persen, dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,33 persen.
Meski mengalami peningkatan, angka ini tetap menjadi yang terendah di Sumatera Barat.
“Bertambahnya penduduk miskin dipengaruhi oleh kenaikan harga yang terus menerus, serta laju inflasi. Kelompok masyarakat rentan miskin sangat mudah terdampak perubahan ini. Bahkan, mereka bisa jatuh miskin hanya karena daya beli yang melemah,” kata Kepala BPS Sawahlunto, Arieswaty, dikutip dari Singgalang, Jumat (19/9).
Menurutnya, perhatian pemerintah daerah tidak hanya difokuskan kepada penduduk miskin, tetapi juga masyarakat rentan miskin, yang jumlahnya bisa lebih besar.
“Apabila warga rentan miskin tidak diperkuat melalui program-program tepat sasaran, potensi lahirnya orang miskin baru semakin besar. Hal ini yang perlu kita antisipasi,” ujarnya.
BPS menegaskan, pengukuran kemiskinan dilakukan dengan pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Artinya, kemiskinan dilihat dari ketidakmampuan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan makanan maupun nonmakanan, yang dihitung dari sisi pengeluaran.
Pada 2025, garis kemiskinan di Sawahlunto ditetapkan sebesar Rp545.725 per kapita per bulan, naik dibanding tahun 2024 yang berada di angka Rp524.196.





